Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:57 WIB
Aktivis royalis memegang papan unjuk rasa saat mereka melakukan protes di depan Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja, menyusul bentrokan baru-baru ini di perbatasan Thailand-Kamboja pada 28 Mei 2025, di Bangkok, Thailand, 6 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Aktivis royalis memegang papan unjuk rasa saat mereka melakukan protes di depan Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja, menyusul bentrokan baru-baru ini di perbatasan Thailand-Kamboja pada 28 Mei 2025, di Bangkok, Thailand, 6 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

 

BANGKOK,METROSELEBES.COM-Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali meningkat setelah kedua negara memperkuat kehadiran militer mereka di perbatasan yang belum ditetapkan secara resmi. Langkah ini diambil menyusul insiden bentrokan singkat pada 28 Mei lalu yang menewaskan seorang tentara Kamboja di wilayah sengketa. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu, (07/06/2025).

Baca Juga: Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina

Menteri Pertahanan Thailand, Phumtham Wechayachai, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pasukan Kamboja di perbatasan mendorong Thailand untuk mengambil tindakan serupa sebagai bentuk tanggapan. Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, ia menyebutkan bahwa Kamboja menolak sejumlah usulan dalam pertemuan bilateral terbaru yang bertujuan meredakan ketegangan.

 

“Selain itu, peningkatan kehadiran militer justru memperburuk situasi di sepanjang perbatasan,” ujar Phumtham. “Pemerintah Thailand memandang perlu untuk mengambil langkah tambahan dan memperkuat posisi militer kami.”

Baca Juga: Bank of England Mulai Ragu: Apakah Inflasi Masih Bisa Dikendalikan?

Meski tidak merinci jumlah penambahan pasukan, pihak militer Thailand menyebut telah terjadi pelanggaran wilayah oleh tentara dan warga sipil Kamboja. “Provokasi ini, serta pengerahan kekuatan militer, menunjukkan niat yang jelas untuk menggunakan kekerasan,” bunyi pernyataan militer Thailand. Mereka juga mengumumkan pengambilalihan kendali atas seluruh pos pemeriksaan di sepanjang perbatasan dengan Kamboja.

 

Saat ini, terdapat 17 pos perbatasan resmi antara Thailand dan Kamboja yang tersebar di tujuh provinsi, mencakup garis perbatasan sepanjang 817 kilometer. Juru bicara militer Thailand, Winthai Suvaree, memperingatkan bahwa pos-pos ini bisa saja ditutup lebih awal atau bahkan sepenuhnya, tergantung pada penilaian keamanan di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Musalem: Risiko Inflasi Berkepanjangan Akibat Tarif Trump Capai 50%, The Fed Waspada Hingga Musim Panas

Di pihak Kamboja, Perdana Menteri Hun Manet menegaskan bahwa negaranya tidak berniat memulai konflik, namun siap mempertahankan kedaulatan. “Kami tidak akan memulai perang, tetapi kami akan membela diri,” ucapnya dalam pidato pada Sabtu. Ia juga menekankan bahwa strategi negaranya berlandaskan pada hukum internasional.

 

Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan bahwa Bangkok tetap berkomitmen terhadap dialog bilateral sebagai jalan untuk meredakan ketegangan. “Thailand siap untuk berunding melalui mekanisme yang telah disepakati, terutama dalam pertemuan Komisi Perbatasan Bersama Thailand-Kamboja (JBC) yang dijadwalkan pada 14 Juni mendatang,” kata juru bicara Nikorndej Balankura.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X