Retaknya Aliansi Trump-Musk: Perseteruan Terbuka Ancam Stabilitas Politik dan Ekonomi AS

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 08:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Elon Musk menghadiri konferensi pers di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Elon Musk menghadiri konferensi pers di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Perseteruan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan CEO Tesla serta SpaceX, Elon Musk, kini memasuki babak baru. Trump menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk berbicara dengan Musk, menandakan ketegangan antara kedua tokoh berpengaruh ini belum mereda. Konflik ini bermula dari penolakan Musk terhadap rancangan undang-undang pemotongan pajak dan pengeluaran besar-besaran yang menjadi inti dari agenda domestik Trump.

Baca Juga: Cinta Keluarga di Balik Semangat Merah Putih: Kisah Harmonis Joey Pelupessy

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengatakan bahwa ia "tidak memikirkan" Musk. "Saya harap dia sukses dengan Tesla," ucap Trump. Meski demikian, ia mengisyaratkan akan meninjau kembali kontrak besar pemerintah dengan perusahaan-perusahaan Musk, termasuk SpaceX dan Starlink. “Kami akan meninjau semuanya. Itu jumlah uang yang sangat besar,” katanya.

 

Seorang pejabat Gedung Putih, yang berbicara secara anonim, mengungkapkan bahwa Trump mungkin akan menyingkirkan mobil Tesla Model S merah yang ia beli Maret lalu, yang sempat dipamerkan di halaman Gedung Putih sebagai bentuk dukungan terhadap kendaraan listrik.

 

Sementara itu, Musk terus menyuarakan kritiknya terhadap RUU pajak Trump melalui platform media sosial X. Ia menyetujui pernyataan pengguna lain yang menilai RUU tersebut akan merugikan Partai Republik dan memperparah utang nasional yang kini mencapai $36,2 triliun. Musk bahkan menyerukan pembentukan partai politik baru yang mewakili “80% rakyat Amerika di tengah.”

Baca Juga: Fadli Zon Soroti Tambang Nikel Raja Ampat: Investasi Jangan Ganggu Situs Sejarah dan Alam

Orang-orang terdekat Musk menyebutkan bahwa kemarahannya mulai mereda, dan ada kemungkinan ia akan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Trump. Namun, hubungan itu kini berada pada titik terendah. Perselisihan mereka mencapai puncaknya sehari sebelumnya, saat keduanya saling serang secara terbuka — pertanda jelas bahwa aliansi mereka telah berakhir.

 

Dampak Politik dan Ekonomi. Saham Tesla (TSLA.O) sempat merosot 14% pada Kamis, menghapus nilai sebesar $150 miliar — penurunan satu hari terbesar dalam sejarah perusahaan. Namun, saham itu mulai pulih pada Jumat. Di sisi lain, investor dan sekutu Musk, James Fishback, meminta sang miliarder untuk meminta maaf, menyebut sikap Musk “mengecewakan dan mengganggu.”

Baca Juga: Batal Berangkat Haji, Ruben Onsu Fokus Dalami Islam Dan Fokus Sempurnakan Salat

Musk sebelumnya merupakan pendonor besar kampanye Trump 2024 dan sempat ditunjuk memimpin tim efisiensi pemerintahan untuk mengurangi belanja federal. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan: hanya sekitar 0,5% pengeluaran yang berhasil dipangkas, jauh dari target pemangkasan $2 triliun yang dicanangkan Musk.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuter

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X