WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Perseteruan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan CEO Tesla serta SpaceX, Elon Musk, kini memasuki babak baru. Trump menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk berbicara dengan Musk, menandakan ketegangan antara kedua tokoh berpengaruh ini belum mereda. Konflik ini bermula dari penolakan Musk terhadap rancangan undang-undang pemotongan pajak dan pengeluaran besar-besaran yang menjadi inti dari agenda domestik Trump.
Baca Juga: Cinta Keluarga di Balik Semangat Merah Putih: Kisah Harmonis Joey Pelupessy
Berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengatakan bahwa ia "tidak memikirkan" Musk. "Saya harap dia sukses dengan Tesla," ucap Trump. Meski demikian, ia mengisyaratkan akan meninjau kembali kontrak besar pemerintah dengan perusahaan-perusahaan Musk, termasuk SpaceX dan Starlink. “Kami akan meninjau semuanya. Itu jumlah uang yang sangat besar,” katanya.
Seorang pejabat Gedung Putih, yang berbicara secara anonim, mengungkapkan bahwa Trump mungkin akan menyingkirkan mobil Tesla Model S merah yang ia beli Maret lalu, yang sempat dipamerkan di halaman Gedung Putih sebagai bentuk dukungan terhadap kendaraan listrik.
Sementara itu, Musk terus menyuarakan kritiknya terhadap RUU pajak Trump melalui platform media sosial X. Ia menyetujui pernyataan pengguna lain yang menilai RUU tersebut akan merugikan Partai Republik dan memperparah utang nasional yang kini mencapai $36,2 triliun. Musk bahkan menyerukan pembentukan partai politik baru yang mewakili “80% rakyat Amerika di tengah.”
Baca Juga: Fadli Zon Soroti Tambang Nikel Raja Ampat: Investasi Jangan Ganggu Situs Sejarah dan Alam
Orang-orang terdekat Musk menyebutkan bahwa kemarahannya mulai mereda, dan ada kemungkinan ia akan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Trump. Namun, hubungan itu kini berada pada titik terendah. Perselisihan mereka mencapai puncaknya sehari sebelumnya, saat keduanya saling serang secara terbuka — pertanda jelas bahwa aliansi mereka telah berakhir.
Dampak Politik dan Ekonomi. Saham Tesla (TSLA.O) sempat merosot 14% pada Kamis, menghapus nilai sebesar $150 miliar — penurunan satu hari terbesar dalam sejarah perusahaan. Namun, saham itu mulai pulih pada Jumat. Di sisi lain, investor dan sekutu Musk, James Fishback, meminta sang miliarder untuk meminta maaf, menyebut sikap Musk “mengecewakan dan mengganggu.”
Baca Juga: Batal Berangkat Haji, Ruben Onsu Fokus Dalami Islam Dan Fokus Sempurnakan Salat
Musk sebelumnya merupakan pendonor besar kampanye Trump 2024 dan sempat ditunjuk memimpin tim efisiensi pemerintahan untuk mengurangi belanja federal. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan: hanya sekitar 0,5% pengeluaran yang berhasil dipangkas, jauh dari target pemangkasan $2 triliun yang dicanangkan Musk.
Artikel Terkait
Desa Bangkit Lewat Koperasi Merah Putih: Dorong Ekonomi Berdaya Saing
Elon Musk Dukung Pemakzulan Trump, Ketegangan Dua Tokoh Berpengaruh AS Makin Memanas
5 Bahan Dapur yang Bikin Daging Kurban Lebih Empuk, Mudah Didapat dan Praktis Digunakan
Instruksi Presiden dan Regulasi Baru, Koperasi Desa Kini Wajib Diformalkan Sesuai Aturan 2025
Pesan Idul Adha 2025 dari Presiden Prabowo: Teladani Keteguhan Iman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Soal Usulan Pemakzulan Gibran, Jokowi Tegaskan Presiden-Wapres Dipilih Satu Paket
Soal Dana Calon Jemaah Haji Furoda, Menag: Pengembalian Tergantung Pihak Travel
Batal Berangkat Haji, Ruben Onsu Fokus Dalami Islam Dan Fokus Sempurnakan Salat
Fadli Zon Soroti Tambang Nikel Raja Ampat: Investasi Jangan Ganggu Situs Sejarah dan Alam
Cinta Keluarga di Balik Semangat Merah Putih: Kisah Harmonis Joey Pelupessy