Desa Bangkit Lewat Koperasi Merah Putih: Dorong Ekonomi Berdaya Saing

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 6 Juni 2025 | 20:27 WIB
Gerakan nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KopDes/Kel Merah Putih) hadir sebagai solusi nyata bagi desa-desa di Indonesia yang selama ini terpinggirkan dalam sistem ekonomi. (Instagram komenkop)
Gerakan nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KopDes/Kel Merah Putih) hadir sebagai solusi nyata bagi desa-desa di Indonesia yang selama ini terpinggirkan dalam sistem ekonomi. (Instagram komenkop)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Gerakan nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KopDes/Kel Merah Putih) hadir sebagai solusi nyata bagi desa-desa di Indonesia yang selama ini terpinggirkan dalam sistem ekonomi.

Dengan menggandeng masyarakat langsung, program Koperasi Merah Putih  ini mendorong desa menjadi pusat kehidupan ekonomi, bukan hanya tempat tinggal semata.

Melalui program ini, pemerintah—melalui Kementerian Koperasi dan UKM, KOMDIGI, serta BAKOHUMAS—mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang kuat dari bawah.

Dengan target 80 ribu koperasi aktif di seluruh wilayah Indonesia, program ini bertujuan membangun kemandirian dan keberlanjutan desa dalam jangka panjang.

Baca Juga: 3 Kunci Sukses Koperasi dan Masa Depan Kopdes Merah Putih

Enam fokus utama gerakan ini antara lain:

  • Menghapus praktik tengkulak, rentenir, dan pinjol ilegal,
  • Menyederhanakan rantai distribusi hasil produksi,
  • Meningkatkan daya saing ekonomi lokal,
  • Memodernisasi sistem koperasi berbasis digital,
  • Memperluas inklusi keuangan sambil menjaga kestabilan harga,
  • Menjadikan desa sebagai pusat ekonomi produktif.

Upaya melawan rentenir dan pinjol ilegal menjadi langkah penting mengingat banyak warga desa yang terjerat bunga tinggi akibat keterbatasan akses perbankan.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Digadang Jadi Benteng Ekonomi Rakyat di Tengah Gempuran Kapitalisme

Laporan Bank Dunia (2023) menunjukkan hanya sekitar 38% warga desa yang memiliki akses keuangan formal. Melalui KopDes, angka ini ditargetkan naik menjadi 60% dalam tiga tahun.

Tak hanya itu, riset LIPI tahun 2022 membuktikan bahwa koperasi digital mampu memangkas biaya distribusi hingga 20% dan mempercepat akses pasar.

Ini sangat mendukung tujuan KopDes untuk memotong rantai pasok yang panjang, terutama dalam sektor pertanian dan UMKM desa.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Jadi Ujung Tombak Distribusi Subsidi

Program ini membawa semangat baru untuk memberdayakan desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X