CAMBRIDGE,MASSACHUSETTS,METROSELEBES.COM-Harvard University, universitas tertua dan terkaya di Amerika Serikat, kini berada di bawah tekanan besar dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Dalam serangan bertubi-tubi yang mencakup pembekuan dana, investigasi menyeluruh, hingga ancaman pencabutan status bebas pajak, Trump menyasar Harvard sebagai simbol dominasi pemikiran "woke" dan antisemitisme yang ia klaim telah mengakar di universitas-universitas elite AS. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat, (30/05/2025).
Baca Juga: Trump Tuding China Langgar Kesepakatan di Jenewa, Ancaman Tarif Baru Mengintai
Pemerintah Trump mengatakan langkah ini bertujuan untuk "membersihkan" dunia akademik dari pengaruh ideologi sayap kiri yang dianggap berbahaya. Namun, pihak Harvard menyebut kampanye ini sebagai ancaman serius terhadap kebebasan akademik dan eksistensi lembaga pendidikan tinggi secara keseluruhan.
Berikut ini penjabaran strategi utama serangan Trump terhadap Harvard:
1. Pembekuan Dana Federal Miliaran Dolar
Pada April lalu, pemerintah Trump mengirim surat kepada Presiden Harvard, Alan Garber, dengan tuntutan reformasi besar-besaran dalam tata kelola universitas. Garber secara terbuka menolak tuntutan tersebut, menyebutnya sebagai bentuk intervensi pemerintah yang berlebihan.
Tak lama setelah penolakan itu, pemerintahan Trump mengumumkan pembekuan lebih dari $2 miliar dana hibah dan kontrak federal yang sebelumnya mendanai riset ilmiah dan medis di Harvard. Total dana yang kini dibekukan mencapai sekitar $3 miliar, termasuk dari delapan lembaga federal dan Centers for Disease Control (CDC).
Harvard telah mengajukan gugatan hukum untuk melawan pemotongan ini. Sementara itu, Trump menyatakan kemungkinan akan mengalihkan dana riset yang telah diberikan kepada Harvard ke sekolah-sekolah vokasi.
Artikel Terkait
KPK Usut Dugaan Korupsi Perizinan TKA di Kemenaker, Rp53 Miliar Diduga Mengalir Sejak 2019
Presiden Prabowo Dampingi Emmanuel Macron Kunjungi Candi Borobudur, Simbol Eratnya Diplomasi RI–Prancis
Yusril Bantah Isu Perundingan Rahasia RI–Israel Terkait OECD: Tak Pernah Ada Pertemuan
God Bless Bakal Guncang GBK Sebelum Laga Penentu Timnas Indonesia vs China
Kemendagri Tegaskan Pendidikan Gratis Harus Jalan, Tapi Sesuai Kapasitas Fiskal Daerah
Gedung Putih Siap Banding Putusan Pengadilan yang Anulir Tarif Era Trump
India-Pakistan Dekati Titik Damai Sementara Setelah Konflik Mematikan
Tanggapi Pernyataan Ahmad Ali, Polda Sulteng Tegaskan Peserta Lolos Seleksi Akpol Adalah Putra Putri Terbaik Sulteng
Tak Hanya Sepak Bola, Joey Pelupessy Juga Punya Suara Emas dan Hati Mulia. Berikut Sisi Lain dari Pelupessy.!!!
Trump Tuding China Langgar Kesepakatan di Jenewa, Ancaman Tarif Baru Mengintai