Hubungan Erat Harvard dengan Tiongkok Kini Jadi Sorotan Politik di Bawah Pemerintahan Trump

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 18:26 WIB
Para mahasiswa berjalan di kampus Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS
Para mahasiswa berjalan di kampus Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan bahwa keterlibatan Harvard dengan XPCC berlangsung hingga tahun 2024.

 

Sementara itu, pemerintah Tiongkok mengecam keras langkah tersebut. Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar Tiongkok di Washington mengatakan, "Pertukaran dan kerja sama pendidikan antara Tiongkok dan Amerika Serikat bersifat saling menguntungkan dan tidak seharusnya distigmatisasi."

 

Baca Juga: Dampak Kejut Kebijakan AS: Mahasiswa Tiongkok di Harvard Terancam Dipulangkan

Kasus lainnya yang turut mencuat adalah keterlibatan Ronnie Chan, seorang pengusaha yang memfasilitasi sumbangan sebesar $350 juta ke Harvard pada 2014. Donasi tersebut menyebabkan sekolah kesehatan masyarakat Harvard dinamai sesuai ayahnya, T.H. Chan. Ronnie Chan diketahui memiliki hubungan dengan China-United States Exchange Foundation, sebuah organisasi yang telah diklasifikasikan sebagai "prinsipal asing" oleh pemerintah AS, sehingga aktivitas lobi yang terkait harus dilaporkan secara resmi.

 

 

Isu hubungan Harvard dengan Tiongkok juga mencuat lewat kasus Charles Lieber, mantan profesor Harvard yang dituduh menyembunyikan kerja samanya dengan institusi di Tiongkok dalam proyek penelitian yang dibiayai pemerintah federal. Ia divonis bersalah pada 2021 dan kini menjadi profesor penuh waktu di universitas di Tiongkok sejak April lalu.

Baca Juga: Korpri Usul Batas Usia Pensiun ASN Diperpanjang, Istana: Belum Dibahas Secara Khusus

Program "China Initiative" yang digagas Trump pada 2018 bertujuan menindak dugaan spionase dan pencurian kekayaan intelektual oleh Tiongkok, namun dihentikan pada era Biden setelah menuai kritik karena dianggap memicu diskriminasi rasial dan menghambat kolaborasi ilmiah.

 

Kekhawatiran lain datang dari laporan tentang keterlibatan mahasiswa Tiongkok dalam mengawasi dan menekan aktivitas politik di kampus. Pada April 2024, seorang aktivis mahasiswa Harvard dikeluarkan secara paksa dari sebuah acara oleh mahasiswa pertukaran asal Tiongkok karena menginterupsi pidato Duta Besar Tiongkok, Xie Feng.

 

PeBaca Juga: PON 2028 Fokus Pada Cabor Olimpiade dan DBON, KONI Siapkan Terobosan Baru Pengembangan Olahraga Nasionalmerintah AS pun memperketat pengawasan. Pada April lalu, Departemen Pendidikan meminta Harvard memberikan laporan terkait dana asing yang diterima, menyusul temuan bahwa universitas tidak melaporkan sumbangan secara lengkap dan akurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X