CHONGJIN,METROSELEBES.COM-Pemerintah Korea Utara meluncurkan penyelidikan skala penuh atas insiden kecelakaan yang terjadi saat peluncuran kapal perang terbaru mereka pada Rabu (22/05/2025), menurut laporan media pemerintah KCNA pada Jumat (23/05/2025).
Baca Juga: Janji Tiga Juta Rumah, Cuma Omon-Omon? DPR Kritik Realisasi yang Baru 1,7 Persen
Peristiwa yang berlangsung di galangan kapal Chongjin ini menuai perhatian besar, terutama setelah Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un menunjukkan kemarahan terbuka atas insiden tersebut.
Kecelakaan itu terjadi saat kapal perusak berbobot 5.000 ton tengah diluncurkan ke perairan. Pemerintah Korea Utara mengungkapkan bahwa kapal kehilangan keseimbangan selama proses peluncuran, yang menyebabkan bagian bawah kapal remuk sebagian. Inspeksi internal menyatakan tidak ditemukan lubang pada bagian bawah kapal, namun lambung kanan mengalami goresan dan air laut masuk melalui jalur penyelamatan ke bagian buritan.
Baca Juga: Kelapa Merajai Dunia: Ekspor Indonesia Tembus Pasar Global, China dan Malaysia Paling Gemar
Meski kerusakan dinyatakan “tidak serius,” pemerintah memerintahkan pembentukan tim investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Tidak ada laporan resmi mengenai korban luka atau jiwa dalam insiden ini.
Kim Jong Un, yang secara langsung menyaksikan peluncuran tersebut, menyebut insiden ini sebagai “tindakan kriminal yang tidak dapat ditoleransi.” Para analis militer menduga bahwa kecelakaan itu terjadi di hadapan banyak penonton, yang memperburuk rasa malu secara publik bagi sang pemimpin.
Baca Juga: Polisi Hadiri Pemakaman Alumni Deradikalisasi di Poso, Warga Nyatakan Dukungan untuk Jaga Keamanan
Militer Korea Selatan melaporkan bahwa kapal tersebut terlihat dalam posisi miring di air, dengan buritan mengarah ke pelabuhan. Lembaga think tank Amerika Serikat, Center for Strategic and International Studies (CSIS), mengonfirmasi lewat citra satelit bahwa bagian depan kapal masih berada di slipway sementara roda peluncur tergelincir ke dalam air.
Galangan kapal di Chongjin, yang selama ini dikenal memproduksi kapal kargo dan kapal penangkap ikan, disebut “jelas tidak memiliki keahlian” dalam menangani peluncuran kapal perang besar seperti perusak tersebut, menurut CSIS.