JAKARTA, METROSELEBES.COM - Program 3 Juta Rumah menjadi salah satu program unggulan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dirancang untuk mengatasi backlog perumahan serta menyediakan hunian layak bagi masyarakat, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dalam pengawasan, Komisi V DPR RI turut mengambil peran penting dalam memantau dan memberikan masukan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Namun, capaian program yang ambisius ini menuai kritik tajam.
Baca Juga: Kelapa Merajai Dunia: Ekspor Indonesia Tembus Pasar Global, China dan Malaysia Paling Gemar
Anggota Komisi V DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, menyebut bahwa realisasi program tersebut baru mencapai 1,7 persen dari target.
Ia menyampaikan bahwa peta jalan program ini masih kabur, baik dari sisi anggaran, pelaksanaan, hingga strategi pencapaiannya.
Ia bahkan menyebut janji pemerintah soal 3 juta rumah ini hanya sebatas “omon-omon”, mengindikasikan ketidakjelasan dan kesan tidak realistis dalam pelaksanaannya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Disambut Antusias, Jadi Harapan Baru Tangkal Kemiskinan dan Putus Sekolah
Penggunaan kata “omon-omon” oleh Yanuar menandai kritik tajam terhadap janji pemerintah yang dianggap hanya wacana tanpa aksi nyata.
Kritik ini menjadi sorotan publik dan mempertegas pentingnya perencanaan yang matang dan realisasi yang terukur terhadap program sebesar dan sepenting ini.***
Artikel Terkait
Kopdes Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Desa di Sulteng, Menteri Yandri Dorong Kesejahteraan Kolektif
Sekolah Rakyat Disambut Antusias, Jadi Harapan Baru Tangkal Kemiskinan dan Putus Sekolah
Enam Investor Suntik Rp3,65 Triliun ke IKN; Dari Kafe Hingga Hotel Bintang Lima, Ini Daftarnya..!
Perpres Baru Diterbitkan, TNI-Polri Kini Bisa Lindungi Jaksa dan Keluarganya, Berikut Enam Hal yang Dapat Perlindungan..!
Plt. Sesjampidum Kejagung Supervisi Penanganan Perkara di Kejati Sulteng
264 Jemaah Calon Haji Nonprosedural Gagal Terbang, Imigrasi: Bentuk Perlindungan WNI
Rocky Gerung Usul Reshuffle Kabinet, Bahlil: Itu Hak Prerogatif Presiden
Satgas Madago Raya Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Kalora, 156 Orang Terlayani
Polisi Hadiri Pemakaman Alumni Deradikalisasi di Poso, Warga Nyatakan Dukungan untuk Jaga Keamanan
Kelapa Merajai Dunia: Ekspor Indonesia Tembus Pasar Global, China dan Malaysia Paling Gemar