METROSELEBES.COM-Saham Novavax Inc. melonjak lebih dari 17% dalam perdagangan pra-pasar pada Senin pagi setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) akhirnya memberikan persetujuan yang telah lama dinantikan untuk vaksin COVID-19 mereka, Nuvaxovid. Namun, persetujuan tersebut datang dengan sejumlah batasan penggunaan yang cukup spesifik.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor Tambang Emas di Papua Barat, 6 Tewas dan 14 Masih Hilang
FDA memberikan izin penggunaan Nuvaxovid hanya untuk orang dewasa yang lebih tua dan individu berusia di atas 12 tahun yang memiliki kondisi medis yang menempatkan mereka pada risiko tinggi akibat COVID-19. Meski dianggap tidak biasa secara medis, para analis menilai ketentuan tersebut sejalan dengan pembahasan yang telah berlangsung selama ini.
Baca Juga: Harapan Terakhir Buaya Orinoco: Bertahan di Tengah Ancaman Kepunahan
“Persyaratan pada labelnya memang tidak umum, tetapi sesuai dengan diskusi sebelumnya,” ujar analis BTIG, Thomas Shrader. Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis dari Leerink Partners yang menyebut bahwa keputusan FDA "tidak lebih ketat dari yang kami perkirakan" berdasarkan panduan Komite Penasihat Vaksin dari CDC, ACIP.
Nasib vaksin berbasis protein tradisional ini sebelumnya sempat diragukan setelah FDA melewati tenggat waktu persetujuan pada 1 April lalu. Vaksin ini berbeda dari vaksin pesaingnya seperti Moderna dan Pfizer yang berbasis teknologi mRNA dan telah lebih dahulu meraup keuntungan besar selama pandemi.
Baca Juga: Inggris dan Uni Eropa Sepakati Babak Baru Kerja Sama Perdagangan dan Pertahanan Pasca-Brexit
Persetujuan penuh dari FDA ini juga memicu pencairan pembayaran sebesar $175 juta dari Sanofi kepada Novavax, sebagai bagian dari kesepakatan lisensi mereka yang diumumkan pada 2024. Novavax menyatakan siap mendistribusikan vaksin tersebut secara komersial di AS musim gugur mendatang, bekerja sama dengan Sanofi, sambil menunggu rekomendasi varian virus terbaru dari otoritas kesehatan.
Meski kini mendapat angin segar, tantangan masih menanti. Novavax dan para pesaingnya harus kembali mengajukan persetujuan untuk memperbarui varian virus yang ditargetkan oleh vaksin guna menghadapi musim vaksinasi COVID-19 berikutnya. Topik ini dijadwalkan akan dibahas dalam pertemuan dewan penasihat vaksin FDA pekan ini.
Baca Juga: Oknum Guru Ngaji di Palu Selatan Dilapor Dugaan Asusila, Begini Kronologi Kejadiannya..!
Hingga penutupan terakhir, saham Novavax telah turun 16,3% sepanjang tahun ini. Namun dengan adanya persetujuan ini, prospek perusahaan kini kembali terbuka, meskipun jalannya tidak sepenuhnya mulus.