Harga Jagung Tembus Rp5.500, Siapa Untung, Siapa Gigit Jari

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 19 Mei 2025 | 18:59 WIB
Harga jagung tembus Rp5.500 per kilogram, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? (Instagram kementerianpertanian)
Harga jagung tembus Rp5.500 per kilogram, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? (Instagram kementerianpertanian)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, muncul satu pertanyaan besar: Harga jagung tembus Rp5.500 per kilogram, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan?

Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, baru saja menggelontorkan dana jumbo sebesar Rp5 triliun demi menyerap langsung 1 juta ton jagung dari petani.

Harga penyerapan ini ditetapkan pada angka Rp5.500/kg—angka yang menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.

Bagi petani, harga jagung ini adalah angin segar setelah menghadapi berbagai tantangan cuaca dan fluktuasi pasar.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor Tambang Emas di Papua Barat, 6 Tewas dan 14 Masih Hilang

Tapi di balik itu, beberapa pengamat menilai bahwa mekanisme distribusi dan daya serap pasar juga perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi penumpukan stok atau permainan harga di tingkat pengepul.

Kenaikan signifikan ini sejalan dengan lonjakan produksi jagung nasional yang mencapai 39,02% pada kuartal I tahun 2025—sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Kementan menyebut lonjakan ini sebagai hasil sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan Polri dalam pengawalan distribusi dan pengamanan harga di lapangan.

Baca Juga: Rahasia Murah dan Cepatnya Daftar Merek di Indonesia, Negara Lain Kalah Telak

Menurut laporan Badan Pangan Nasional, turunnya angka impor jagung sepanjang 2024-2025 adalah indikasi nyata keberhasilan strategi ini.

Bahkan, dalam agenda strategis ketahanan pangan 2025–2030, jagung diposisikan sebagai komoditas utama yang akan didorong menuju ekspor dalam bentuk produk turunan bernilai tambah seperti pakan ternak dan bioetanol.

Sementara itu, UMKM berbasis pangan di sektor hilir juga mulai merasakan dampaknya.

Beberapa pelaku usaha kecil di sentra produksi jagung menyatakan bahwa kestabilan harga ini membantu mereka menyusun rencana usaha jangka panjang tanpa dihantui ketidakpastian bahan baku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X