Militer Israel Tembak Mati Tersangka Penyerang Wanita Hamil di Tepi Barat

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 19 Mei 2025 | 19:27 WIB
Kerabat dan teman-teman Tzeela Gez, yang ditembak mati saat berada di dalam mobil bersama suaminya di Tepi Barat ketika mereka sedang dalam perjalanan ke rumah sakit untuk melahirkan, berduka selama pemakamannya di Yerusalem, 15 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS
Kerabat dan teman-teman Tzeela Gez, yang ditembak mati saat berada di dalam mobil bersama suaminya di Tepi Barat ketika mereka sedang dalam perjalanan ke rumah sakit untuk melahirkan, berduka selama pemakamannya di Yerusalem, 15 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

YERUSALEM-Tentara Israel menyatakan telah menewaskan seorang warga Palestina yang diduga terlibat dalam serangan mematikan terhadap seorang wanita Israel hamil di wilayah pendudukan Tepi Barat.Sabtu (17/05/2025)

Insiden tersebut terjadi ketika wanita itu tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk melahirkan.

Baca Juga: Polandia Sita Ban Pesawat Boeing Tujuan Rusia, Diduga Langgar Sanksi Uni Eropa

Korban, Tzeela Gez, ditembak pada Rabu lalu di dekat permukiman Brukhin. Ia dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit, sementara bayinya berhasil dilahirkan melalui operasi caesar.

 

Dalam sebuah pernyataan resmi pada Sabtu, militer Israel menyebut bahwa sejumlah pria yang dicurigai terlibat dalam serangan tersebut telah ditangkap dalam operasi di Tepi Barat. Selama proses penangkapan, salah satu tersangka dilaporkan berlari ke arah pasukan sambil membawa ransel yang dicurigai berisi bahan peledak dan berteriak-teriak. Tentara kemudian menembak mati tersangka tersebut karena dianggap sebagai ancaman langsung.

Baca Juga: Saham Novavax Melonjak Usai Vaksin COVID-19 Dapat Persetujuan FDA dengan Syarat Khusus

Selain insiden tersebut, militer Israel juga melaporkan telah menewaskan lima militan Palestina dalam operasi terpisah yang berlangsung pada Kamis di wilayah yang sama.

 

Situasi di Tepi Barat semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Wilayah ini, yang didiami sekitar tiga juta warga Palestina dan ratusan ribu pemukim Israel, merupakan salah satu titik konflik utama sejak Israel menguasainya dalam perang tahun 1967. Ketegangan meningkat seiring intensifnya operasi militer Israel terhadap kelompok-kelompok bersenjata Palestina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X