Perusahaan logistik Dimerco, yang berbasis di Asia, melaporkan bahwa sejumlah layanan kargo terjadwal di koridor China-AS telah dibatalkan. Sebagian kapasitas dialihkan ke Meksiko dan Amerika Latin. Sekitar 70 pesawat kargo sempat berhenti terbang di rute Transpasifik, namun beberapa akhirnya dipindahkan ke pasar lain.
Negara-negara di Asia Tenggara diprediksi akan mendapatkan keuntungan jika manufaktur atau pengiriman barang ke AS dialihkan dari China, meskipun sebagian dari mereka juga menghadapi tarif baru. Singapore Airlines menyatakan bahwa pergeseran arus perdagangan dapat membuka peluang baru.
Baca Juga: Perundingan Dagang di Jenewa: AS dan China Sepakati Kemajuan Penting, Detail Menyusul
“Dampak dari perubahan tarif memang tidak seberat COVID-19, tetapi tetap menambah tingkat ketidakpastian,” ujar CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong, pada hari Jumat.