Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menambahkan bahwa kedua negara juga sepakat untuk menggelar perundingan umum di lokasi netral dalam waktu dekat. Isu-isu yang akan dibahas mencakup distribusi sumber daya air serta konflik wilayah seperti Jammu dan Kashmir.
Namun tantangan besar tetap ada. Peneliti dari International Centre for Peace Studies di New Delhi, Mohmad Waseem Malla, menyebut bahwa tawaran Trump kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemimpin India. “Pemerintah India saat ini sangat sensitif terhadap keterlibatan pihak ketiga dalam urusan wilayahnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meski retorika Trump terdengar damai, realitas politik dalam negeri India membuat tawaran semacam itu sulit diterima.
Baca Juga: TRUMP DAN PM CARNEY GELAR PERTEMUAN PENTING DI GEDUNG PUTIH, TEGANGAN DIPERKIRAKAN TINGGI
Perselisihan juga masih berlanjut soal pembagian air Sungai Indus, setelah India menangguhkan partisipasinya dalam Perjanjian Air Indus. Selain itu, ketegangan diplomatik meningkat setelah India dan Pakistan saling mengusir diplomat, menutup perbatasan darat, dan menghentikan aktivitas perdagangan.
Baca Juga: TRUMP ANCAM FILM LUAR NEGERI: TARIF 100% SIAP DITERAPKAN, HOLLYWOOD DIPAKSA “PULANG KAMPUNG”
Dengan begitu banyak kepentingan yang bertabrakan, masa depan perdamaian di Kashmir tetap tak pasti, meskipun ada campur tangan dari kekuatan global seperti Amerika Serikat.