WASHINGTON, METROSELEBES.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan bertatap muka langsung dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dalam pertemuan penting yang berlangsung di Gedung Putih, Selasa (6/5). Pertemuan ini menjadi sorotan internasional seiring meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara sahabat tersebut.
Trump, yang dalam beberapa bulan terakhir melontarkan pernyataan kontroversial mengenai kemungkinan menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat, kembali menciptakan kehebohan menjelang pertemuan dengan menyatakan bahwa dirinya "sangat tidak mungkin" akan menggunakan kekuatan militer terhadap Kanada.
Baca Juga: Hamas Tolak Lanjutkan Perundingan, Israel Siap Kuasai Seluruh Gaza
“Saya tidak melihat hal seperti itu terjadi dengan Kanada,” ujar Trump kepada wartawan di akhir pekan. “Greenland mungkin, tapi Kanada? Saya rasa tidak. Saya harus jujur dengan Anda.”
Sementara itu, Carney yang baru saja memenangkan pemilu federal di Kanada, secara terbuka menjadikan perlindungan terhadap kedaulatan nasional sebagai tema utama kampanyenya. Dalam pidato kemenangannya, ia menegaskan bahwa Kanada tidak akan tunduk pada tekanan apa pun dari negara manapun, termasuk dari Amerika Serikat.
Baca Juga: CHINA & DUNIA KENA IMBAS: TRUMP TEMBAKKAN TARIF BARU UNTUK FILM
“Trump ingin memecah kita agar Amerika bisa memiliki kita. Itu tidak akan pernah terjadi,” tegas Carney di hadapan ribuan pendukungnya yang bersorak riuh.
Dalam konferensi pers usai kemenangannya, Carney kembali menolak keras wacana aneksasi, seraya menyatakan bahwa “keinginan tidak sama dengan kenyataan”. Ia menekankan bahwa gagasan menjadikan Kanada bagian dari AS adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak akan pernah diterima rakyat Kanada.
Baca Juga: Tarif 100% Film Luar Negeri: Peluang atau Ancaman bagi Perfilman Indonesia?
SUASANA TEGANG, NAMUN ADA HARAPAN