Wakil Gubernur menegaskan sekolah ini adalah wujud kepedulian pemerintah yang terselenggara melalui kerja sama lintas instansi seperti Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi, Dinas Sosial, dan pihak terkait lainnya.
Baca Juga: Juli 2025, Sekolah Rakyat Baru Siap Sambut Siswa: Renovasi Nasional Capai 83%
“Sekolah ini memberikan kesempatan setara untuk belajar, mengembangkan karakter, keterampilan, dan nilai kebersamaan. Pendidikan adalah jembatan emas menuju masa depan,” ujarnya.
Wakil Gubernur juga mengajak orang tua untuk aktif mendukung pendidikan anak-anak, tidak hanya selama belajar di Sekolah Rakyat tetapi hingga ke jenjang lebih tinggi. Menurutnya, dukungan keluarga adalah kunci keberhasilan anak.
Kepala Sentra Nipotowe Palu sekaligus PIC SRT 20 Palu, Diah Rini Lesmawati, menegaskan MPLS adalah momen penting bagi siswa untuk beradaptasi, memahami budaya belajar, dan membangun kebersamaan lintas daerah.
Baca Juga: Misi Sekolah Rakyat Permanen: KSP Kawal Transformasi Pendidikan Prabowo
“Kami berharap seluruh siswa memanfaatkan MPLS untuk menumbuhkan semangat belajar, membangun karakter, dan menjalin persaudaraan,” ujarnya.
Kepala SRT 20 Palu, Anita, menyatakan merasa terhormat memimpin sekolah ini.
“Tugas kami bukan hanya mengajar, tapi juga membimbing anak-anak menjadi generasi tangguh dan memastikan keamanan mereka karena semua siswa tinggal di asrama,” katanya.
MPLS di SRT 20 Palu berlangsung selama dua minggu, dilanjutkan dengan matrikulasi. Kegiatan mencakup pengenalan visi-misi sekolah, pembinaan kedisiplinan, penguatan nilai kebangsaan, hingga aktivitas kreatif untuk membentuk kepribadian secara utuh.
Baca Juga: Langkah Nyata Sekolah Rakyat: Mimpi Anak Bangsa Diangkat dari Pinggiran
Sekolah ini tidak hanya fokus akademik, tetapi juga pada pengembangan sosial, emosional, dan spiritual.
Slogan “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara” menjadi pedoman Sekolah Rakyat. “Cerdas” berarti mengembangkan kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual. “Bersama” menegaskan kolaborasi sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Sedangkan “Tumbuh Setara” menekankan kesetaraan bagi semua anak, termasuk yang sebelumnya terbatas akses pendidikannya.
Sebagai sekolah berasrama, SRT 20 Palu menyediakan asrama guru dan siswa, ruang kelas berfasilitas modern, serta kurikulum khusus yang memadukan standar nasional dan kekhasan lokal, terdiri dari kurikulum persiapan, kurikulum sekolah formal, dan kurikulum asrama.
Artikel Terkait
Gubernur Anwar Hafid Lantik Komisioner KPID Sulteng 2025–2028, Tekankan Peran Strategis Dalam Penyiaran Berkualitas
Kabar Gembira Bagi Para Pencari Kerja; Job Fair Sulteng 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan 50 Perusahaan dari Beragam Sektor
Gubernur Sulteng Dukung Penuh Program Go Public Fund Education, Apresiasi Sinergi PGRI dan Dunia Pendidikan
Tiga Kandidat Lolos Seleksi Sekda Tojo Una-Una, Kini Masuki Tahap Uji Publik
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Antar Dua ASN Pemkot Palu Magang di Itjen Kemendagri
Gerbang Internasional Palu: Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Kini Menyapa Dunia
Lompatan Besar Sulawesi Tengah Menuju Swasembada Pangan
SK P3K Dibagikan Saat HUT RI ke-80, Guru dan ASN PPPK Parimo Sambut Gembira
Ribuan PPPK Parigi Moutong Siap Terima SK pada Upacara 17 Agustus 2025
Wakil Wali Kota Palu Kunjungi Kepala BI Sulteng Yang Baru