MALANG, METROSELEBES.COM - Program Sekolah Rakyat, gagasan Presiden Prabowo Subianto, kini mulai menampakkan bentuk nyata di Kota Malang.
Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto meninjau langsung kesiapan pelaksanaan program tersebut pada Jumat (20/6/2025), menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan pendidikan inklusif dan berkeadilan sebagai prioritas nasional.
Sekolah Rakyat digagas untuk menjangkau anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mereka mendapat akses pendidikan yang layak dan setara.
Baca Juga: Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas di Forum Global, Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian Dipuji Dunia
Didampingi oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Plt. Deputi V KSP Mayjen TNI (Purn) Harianto, serta Staf Khusus KSP Hendra Hadiana, Letjen Putranto mengunjungi Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom) yang akan digunakan sebagai lokasi sementara program Sekolah Rakyat.
Selain itu, rombongan juga meninjau lahan yang disiapkan Pemerintah Kota untuk pembangunan sekolah permanen.
Kunjungan tersebut tidak hanya berhenti di fasilitas pendidikan.
Kepala Staf Kepresidenan juga menyempatkan diri mendatangi rumah Rahmatil Laili Ramadhani, salah satu calon siswa Sekolah Rakyat yang bercita-cita menjadi pramugari.
Baca Juga: Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas di Forum Global, Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian Dipuji Dunia
Kisah Rahmatil menjadi simbol bagaimana program ini mengangkat harapan generasi muda dari pinggiran.
Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk konkret upaya memutus rantai kemiskinan.
Berdasarkan data BPS, per 2023 angka putus sekolah di Indonesia masih mencapai 1,02 juta anak usia 7–18 tahun.
Program ini hadir untuk menekan angka tersebut, sekaligus membangun SDM unggul sebagaimana visi besar Indonesia Emas 2045.
Artikel Terkait
Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional
Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam
Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global
Harga Beras Melejit di Timur Indonesia, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton untuk Redam Gejolak”
Ekowisata Berbasis Warga: Sentra Pasar Khatulistiwa Hidupkan Ekonomi Lokal di Dusun Bambu
Serangan Senyap AS ke Iran: Trump Klaim Sukses Bom Nuklir Fordow
AS Bom Tiga Lokasi Nuklir Iran, Teheran Pastikan Tak Ada Radiasi
Cadangan Beras Pemerintah Pecahkan Rekor, Jamin Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional
Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas di Forum Global, Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian Dipuji Dunia
75 Tahun Al-Yasini: Wamenkop Dorong Kopontren Jadi Pilar Ekonomi Keumatan