Langkah Nyata Sekolah Rakyat: Mimpi Anak Bangsa Diangkat dari Pinggiran

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Minggu, 22 Juni 2025 | 20:24 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto meninjau langsung kesiapan pelaksanaan program tersebut pada Jumat (20/6/2025),  (Instagram kantorstafpresidenri)
Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto meninjau langsung kesiapan pelaksanaan program tersebut pada Jumat (20/6/2025), (Instagram kantorstafpresidenri)

 

MALANG, METROSELEBES.COM - Program Sekolah Rakyat, gagasan Presiden Prabowo Subianto, kini mulai menampakkan bentuk nyata di Kota Malang.

Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto meninjau langsung kesiapan pelaksanaan program tersebut pada Jumat (20/6/2025), menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan pendidikan inklusif dan berkeadilan sebagai prioritas nasional.

Sekolah Rakyat digagas untuk menjangkau anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mereka mendapat akses pendidikan yang layak dan setara.

Baca Juga: Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas di Forum Global, Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian Dipuji Dunia

Didampingi oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Plt. Deputi V KSP Mayjen TNI (Purn) Harianto, serta Staf Khusus KSP Hendra Hadiana, Letjen Putranto mengunjungi Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom) yang akan digunakan sebagai lokasi sementara program Sekolah Rakyat.

Selain itu, rombongan juga meninjau lahan yang disiapkan Pemerintah Kota untuk pembangunan sekolah permanen.

Kunjungan tersebut tidak hanya berhenti di fasilitas pendidikan.

Kepala Staf Kepresidenan juga menyempatkan diri mendatangi rumah Rahmatil Laili Ramadhani, salah satu calon siswa Sekolah Rakyat yang bercita-cita menjadi pramugari.

Baca Juga: Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas di Forum Global, Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian Dipuji Dunia

Kisah Rahmatil menjadi simbol bagaimana program ini mengangkat harapan generasi muda dari pinggiran.

Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk konkret upaya memutus rantai kemiskinan.

Berdasarkan data BPS, per 2023 angka putus sekolah di Indonesia masih mencapai 1,02 juta anak usia 7–18 tahun.

Program ini hadir untuk menekan angka tersebut, sekaligus membangun SDM unggul sebagaimana visi besar Indonesia Emas 2045.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X