Serangan Pelajar SMK di Tomoli Selatan Gegerkan Warga, Orang Tua Korban Desak Pemerintah Bertindak

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 11 Agustus 2025 | 22:53 WIB
Kejadian pengeroyokan dan pelemparan rumah yang diduga dilakukan oleh sekelompok pelajar SMK Sienjo membuat geger warga Desa Tomoli Selatan, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. (Screnshoot vidio fb  Ratna Malaka)
Kejadian pengeroyokan dan pelemparan rumah yang diduga dilakukan oleh sekelompok pelajar SMK Sienjo membuat geger warga Desa Tomoli Selatan, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. (Screnshoot vidio fb Ratna Malaka)

 

PARIGI MOUTONG, METROSELEBES.COM - Kejadian pengeroyokan dan pelemparan rumah yang diduga dilakukan oleh sekelompok pelajar SMK Sienjo membuat geger warga Desa Tomoli Selatan, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong.

Insiden ini menimpa seorang siswa baru SMK Sienjo jurusan Askep, yang diketahui adalah anak dari Ratna Malaka.

Dalam unggahan media sosialnya, Ratna Malaka mengungkapkan bahwa serangan terjadi saat dirinya berada di luar negeri.

Baca Juga: Pasar Saham Asia Menguat Tipis, Investor Tunggu Data Inflasi AS dan Pertemuan Trump–Putin

Pelaku yang disebut sebagai oknum pelajar SMK tersebut mendatangi rumah korban tanpa izin ketika orang tua korban sedang salat Jumat.

Saat itu, di rumah hanya ada korban bersama dua adiknya.

“Menurut keterangan korban, tidak ada masalah dengan mereka, tapi kok bisa tiba-tiba datang dan melakukan pengeroyokan serta pelemparan rumah,” tulis Ratna.

Ia pun meminta pihak berwenang di Parigi Moutong untuk segera menindak tegas kasus ini karena khawatir akan berdampak fatal bagi generasi selanjutnya. “Tolong ditindaklanjuti, ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Baca Juga: Rentetan Pencurian Motor Paksa KKN Kolaboratif di Lumajang Dihentikan Dini

Komentar warga di media sosial pun ramai menanggapi kejadian tersebut. Seorang pengguna Facebook bernama Aprianto Rian meminta pihak keluarga untuk segera membuat laporan resmi, bukan hanya menyebarkan di media sosial.

“Kalau tidak dilapor, mereka akan terus berbuat. Apalagi yang melempar, bagus dimasukkan ke sel,” tulisnya.

Warga lain, Virah Sunusi Paribulu, menambahkan bahwa kasus ini bisa langsung dilaporkan ke pihak sekolah karena pelaku masih mengenakan seragam.

Baca Juga: Beasiswa PIP Dorong Asa Pendidikan Papua Barat, Ratusan Siswa di Ransiki Terima Manfaat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X