Baca Juga: Uang Tunai Gantikan Beras: Bansos Rp200 Ribu/Bulan Jadi Andalan Nutrisi Rakyat
"Konsistensi mutu beras tidak hanya berdampak pada selera makan, tetapi juga pada nilai gizi dan efisiensi pengeluaran rumah tangga," jelasnya.
Edukasi Melalui Label dan Sosialisasi
Sejak diterbitkannya peraturan tersebut, berbagai program sosialisasi mengenai klasifikasi beras terus dilakukan, baik melalui media sosial, edukasi di pasar tradisional, hingga uji mutu di laboratorium pangan.
Pemerintah juga mendorong pelabelan yang transparan di kemasan beras agar konsumen semakin mudah mengenali jenis dan kualitas yang mereka beli.
Baca Juga: Skema Cerdas Kopdes Merah Putih: Tanpa APBN, Tetap Beri Untung dari Sembako
Masyarakat diimbau untuk membaca label dengan teliti sebelum membeli, serta memahami bahwa memilih beras premium atau medium bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga menyangkut kesehatan dan nilai ekonomi rumah tangga.
Yuk, jadi pembeli cerdas! Pilih beras sesuai kebutuhan dan kenali standarnya demi kualitas pangan yang lebih baik di meja makan kita.***
Artikel Terkait
Wells Fargo Hentikan Perjalanan ke China Usai Karyawannya Dilarang Keluar dari Negara Itu
78 Ribu Kopdes Resmi: Bukti Kedaulatan Ekonomi Dimulai dari Desa
DPR Usul Larangan Akun Ganda, Demi Jaga Ekosistem Digital Nasional
Skema Cerdas Kopdes Merah Putih: Tanpa APBN, Tetap Beri Untung dari Sembako
Uang Tunai Gantikan Beras: Bansos Rp200 Ribu/Bulan Jadi Andalan Nutrisi Rakyat
Kluivert Anggap Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026 Hanya Formalitas, Fokus Penuh Hadapi Arab Saudi dan Irak
Beras Aman, Tapi Curang Mengintai: Pemerintah Temukan Kecurangan Rp99 Triliun
Tarif AS Ancam Masa Depan Mazda, Warga Hiroshima Bersiap Hadapi Dampaknya
MK Tolak Naikkan Syarat Pendidikan Capres-Cawapres Jadi Sarjana, Lulusan SMA Tetap Bisa Maju Pilpres
RI Kena Tarif Impor 19 Persen dari AS, Mendag: Justru Jadi Peluang Tarik Investasi dan Genjot Ekspor