JAKARTA,METROSELEBES.COM-Mercedes-Benz (MBGn.DE) memperkirakan margin keuntungan divisi mobilnya hanya berada di kisaran 4–6% tahun ini, setelah terdampak pukulan besar dari tarif impor Amerika Serikat yang mencapai sekitar 362 juta euro (US$418 juta). Angka ini merupakan penilaian pertama perusahaan atas dampak perang dagang yang dipicu Presiden AS Donald Trump. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (30/07/2025).
Baca Juga: PT Vale Umumkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Perkuat Transformasi Strategis
Sebelumnya, pabrikan mobil mewah asal Jerman itu menargetkan margin divisi mobil di kisaran 6–8% untuk 2025. Namun, proyeksi tersebut ditarik kembali pada April setelah penurunan laba yang tajam sepanjang 2024, ketika bisnis mobil Mercedes anjlok hingga 40%.
Kesepakatan dagang kerangka kerja antara AS dan Uni Eropa yang diumumkan Minggu lalu memang berhasil meredakan ketegangan. Washington memutuskan memberlakukan tarif impor 15% untuk sebagian besar barang asal Uni Eropa—setengah dari ancaman awal 30%. Sebagai imbalan, Uni Eropa sepakat menurunkan hambatan non-tarif untuk otomotif dan sejumlah produk lain.
“Dampak tarif kini diperkirakan menggerus margin bisnis mobil sekitar 150 basis poin,” ujar juru bicara Mercedes, seraya menambahkan bahwa tanpa tarif, margin unit mobil akan berada di batas bawah proyeksi awal.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menilai langkah itu mencegah perang dagang besar yang berisiko memukul perekonomian Jerman dan sektor otomotifnya yang berorientasi ekspor.
Baca Juga: Harga Produk Sehari-hari di AS Naik Imbas Tarif Trump, P&G hingga Nestle Tertekan
Mercedes menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari kesepakatan ini. Pasalnya, porsi impor mobil Mercedes ke AS lebih banyak berasal dari Eropa dibandingkan dari Meksiko maupun Kanada. Perusahaan ini juga memiliki pabrik perakitan di Tuscaloosa, Alabama, untuk memperkuat posisinya di pasar Amerika.
Meski demikian, kinerja keuangan Mercedes tetap tertekan. Laba operasi yang disesuaikan (EBIT) pada kuartal II 2025 turun lebih dari separuh menjadi 1,99 miliar euro (US$2,3 miliar). Setelah memperhitungkan tarif, langkah efisiensi, serta beban 750 juta euro dari penjualan pabrik dan restrukturisasi di Argentina, EBIT yang dilaporkan merosot lebih dalam menjadi hanya 1,27 miliar euro.
Artikel Terkait
Pimpin Rapat Strategis Sektor ESDM, Gubernur Sulteng Genjot Akses Listrik dan Penertiban Tambang
Dugaan Belum Terbukti, Warga Dipukul : Jeritan Keadilan
Final AFF U-23: Gibran Yakin Timnas Indonesia Bekuk Vietnam, Prediksi Skor 3-0
Api Lahap Sembilan Kios di Pasar Masomba, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Launching Bhayangkara Presisi Lampung FC, Kapolri Dorong Semangat Baru Sepak Bola dan Persatuan
Kredit Rp 3 Miliar untuk Kopdes, Pemerintah Luncurkan Skema Pinjaman Koperasi Desa Bunga Rendah
Skema Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih : 3 Miliar, Ini Syarat Lengkap dan Tahapannya
Pinjaman Koperasi Kini Lebih Selektif: Ini Syarat Lengkap Berdasarkan PMK No. 49/2025
Harga Produk Sehari-hari di AS Naik Imbas Tarif Trump, P&G hingga Nestle Tertekan
PT Vale Umumkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Perkuat Transformasi Strategis