Langkah strategis ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra utama Uni Eropa di kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan data Komisi Eropa tahun 2024, nilai perdagangan barang antara Indonesia dan Uni Eropa mencapai lebih dari €28 miliar, dan investasi langsung Uni Eropa di Indonesia terus meningkat di sektor manufaktur, energi terbarukan, dan teknologi digital.
Selain itu, Uni Eropa juga memberikan dukungan pada program ketahanan iklim di Indonesia serta kerja sama keamanan siber dan transisi energi.
Baca Juga: Digerebek Warga, Oknum Lurah Tertangkap Basah Berzina di Dalam Mobil
Dalam konteks global, CEPA juga menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap berperan lebih besar dalam rantai pasok internasional yang berkelanjutan.
Dengan pertemuan bersejarah ini, diharapkan kerja sama strategis Indonesia-Uni Eropa akan menjadi model kemitraan baru yang saling menguntungkan di era pasca-pandemi dan era transisi energi dunia.***
Artikel Terkait
AS Desak Jepang dan Australia Tegaskan Sikap dalam Potensi Konflik Taiwan-China
50 Bom Menggetarkan Malam Gaza: Ketika Dunia Terlelap, Langit Palestina Memerah
Cair Bertahap, Jangan Termakan Hoaks! Ini Penjelasan BSU 2025 dari Kemnaker
Untung Ada Dashcam! Driver Online Jadi Korban Pemukulan Penumpang di Tengah Jalan
Digerebek Warga, Oknum Lurah Tertangkap Basah Berzina di Dalam Mobil"
Momen Haru Pasha Ungu Suapi Sang Ayah, Warganet: Anak Berbakti Itu Rezeki Orang Tua
Gigitan Sepele Bisa Mematikan: 72 Nyawa Melayang Akibat Rabies dalam 6 Bulan
Serangan Mendadak di Khan Younis: Saraya Al-Quds Klaim Hantam Tentara dan Kendaraan Israel
Dari Desa Menuju Daya Saing Nasional: Bank Mandiri Pacu Literasi dan Wirausaha Lokal
80 Ribu Koperasi Desa Siap Diluncurkan, Menkop Tegaskan Kopdes Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat