Sinergi Gizi Nasional: KSP Perkuat Aksi Cepat MBG di Daerah 3T

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 20:30 WIB
Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) menghadiri rapat koordinasi strategis bersama Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memperkuat sinergi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Instagram kantorsafpresidenri)
Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) menghadiri rapat koordinasi strategis bersama Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memperkuat sinergi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Instagram kantorsafpresidenri)

 

MANADO, METROSELEBES.COM - Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) menghadiri rapat koordinasi strategis bersama Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memperkuat sinergi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini merupakan bagian dari inisiatif unggulan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Dalam rakor yang dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw, KSP menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi aktif antar pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan MBG.

Baca Juga: Komandan Senior Iran Tewas, Ketegangan Memuncak dalam Perang Udara Israel-Iran yang Berlangsung Lebih dari Seminggu

Salah satu fokus utamanya adalah implementasi program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang selama ini memiliki keterbatasan infrastruktur, khususnya dapur umum.

KSP mendorong penggunaan strategi inovatif seperti skema makanan siap santap, sebagai solusi praktis bagi daerah dengan hambatan logistik.

Solusi ini diharapkan mampu menjawab tantangan distribusi pangan bergizi di wilayah dengan akses yang sulit dan sumber daya terbatas.

Program MBG sendiri ditargetkan menyasar anak-anak usia sekolah yang rentan kekurangan gizi.

Baca Juga: Misi Evakuasi Sunyi: Diplomasi Senyap Selamatkan WNI dari Iran dan Israel

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi stunting nasional masih sebesar 30,8%. Meski angka ini telah menurun menjadi 21,6% pada 2022, tantangan di wilayah 3T masih signifikan, terutama dalam aspek distribusi dan edukasi gizi.

KSP memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan MBG agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Tujuan akhirnya adalah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan masa depan anak-anak Indonesia.

Baca Juga: Sepupu Bashar al-Assad Ditangkap, Otoritas Baru Suriah Perketat Pembersihan Rezim Lama

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X