JAKARTA, METROSELEBES.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara untuk membahas capaian terbaru dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau dikenal dengan nama Quick Win.
Dalam pertemuan tersebut, Menkes melaporkan perkembangan menggembirakan dari tiga program unggulan: Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengembangan RSUD di daerah tertinggal, serta program eliminasi TBC melalui pembentukan Desa Siaga TBC.
Program Quick Win yang dilaporkan pertama adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang menunjukkan hasil signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 7,4 juta warga telah terlayani di lebih dari 9.500 puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Target Energi Bersih 2030 Terancam, Siemens Desak Inggris Naikkan Kapasitas Lelang Angin Laut
Program ini mulai bergulir sejak Februari, dan kini rata-rata 190 ribu masyarakat setiap hari memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini.
Inilah salah satu bukti nyata dampak langsung dari kebijakan Quick Win di sektor kesehatan yang berorientasi pada pelayanan publik secara luas dan cepat.
Selain itu, penguatan layanan kesehatan juga diwujudkan melalui pengembangan RSUD di daerah tertinggal dan terbelakang. Kementerian Kesehatan telah memulai peningkatan kapasitas 16 RSUD tipe D untuk menjadi tipe C, dari total target 32 RSUD.
Baca Juga: Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia
Ini menunjukkan komitmen pemerataan akses layanan rumah sakit berkualitas, terutama di wilayah yang selama ini minim fasilitas kesehatan memadai.
Tak kalah penting, pemerintah juga mempercepat upaya eliminasi TBC dengan mengembangkan Desa Siaga TBC, sebuah inisiatif komunitas yang mendorong deteksi dini dan pelaporan kasus dari tingkat desa.
Program ini telah dimulai di Jakarta Timur dan akan diperluas ke wilayah lain. Desa Siaga ini menjadi model baru dalam penanggulangan TBC yang berbasis partisipasi warga dan sistem pelaporan komunitas.
Baca Juga: Bantuan PKH Diperbarui, Ribuan Keluarga Tak Lagi Terima Dana Sosial
Untuk memperkuat berita ini, data dari Kementerian Kesehatan RI per Mei 2025 menunjukkan bahwa beban penyakit TBC di Indonesia masih tinggi, dengan lebih dari 824 ribu kasus baru per tahun (sumber: Global TB Report 2024 oleh WHO).
Artikel Terkait
Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Indonesia Dilirik Dunia sebagai Kekuatan Pangan Baru
Sembako Tersalur, Harapan Tertambat: Pemerintah Perketat Bantuan, Pastikan Tak Salah Sasaran
Pemilu atau Penghakiman? Rakyat Korea Selatan Menentukan Nasib Bangsa
PM Mongolia Mundur Usai Ditekan Demonstrasi dan Gagal Raih Dukungan Parlemen
Ekspor Minyak Venezuela Stabil di Tengah Sanksi AS, Kiriman ke China Meningkat
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS
Bantuan PKH Diperbarui, Ribuan Keluarga Tak Lagi Terima Dana Sosial
Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup
Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia
Target Energi Bersih 2030 Terancam, Siemens Desak Inggris Naikkan Kapasitas Lelang Angin Laut