Quick Win Kesehatan: 7,4 Juta Warga Terlayani, 32 RSUD Siap Naik Kelas, dan Desa Siaga TBC Dimulai

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Selasa, 3 Juni 2025 | 21:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara untuk membahas capaian terbaru dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau dikenal dengan nama Quick Win. (Instagram kemenkes_ri)
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara untuk membahas capaian terbaru dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau dikenal dengan nama Quick Win. (Instagram kemenkes_ri)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COMPresiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara untuk membahas capaian terbaru dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau dikenal dengan nama Quick Win.

Dalam pertemuan tersebut, Menkes melaporkan perkembangan menggembirakan dari tiga program unggulan: Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengembangan RSUD di daerah tertinggal, serta program eliminasi TBC melalui pembentukan Desa Siaga TBC.

Program Quick Win yang dilaporkan pertama adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang menunjukkan hasil signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 7,4 juta warga telah terlayani di lebih dari 9.500 puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Target Energi Bersih 2030 Terancam, Siemens Desak Inggris Naikkan Kapasitas Lelang Angin Laut

Program ini mulai bergulir sejak Februari, dan kini rata-rata 190 ribu masyarakat setiap hari memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini.

Inilah salah satu bukti nyata dampak langsung dari kebijakan Quick Win di sektor kesehatan yang berorientasi pada pelayanan publik secara luas dan cepat.

Selain itu, penguatan layanan kesehatan juga diwujudkan melalui pengembangan RSUD di daerah tertinggal dan terbelakang. Kementerian Kesehatan telah memulai peningkatan kapasitas 16 RSUD tipe D untuk menjadi tipe C, dari total target 32 RSUD.

Baca Juga: Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia

Ini menunjukkan komitmen pemerataan akses layanan rumah sakit berkualitas, terutama di wilayah yang selama ini minim fasilitas kesehatan memadai.

Tak kalah penting, pemerintah juga mempercepat upaya eliminasi TBC dengan mengembangkan Desa Siaga TBC, sebuah inisiatif komunitas yang mendorong deteksi dini dan pelaporan kasus dari tingkat desa.

Program ini telah dimulai di Jakarta Timur dan akan diperluas ke wilayah lain. Desa Siaga ini menjadi model baru dalam penanggulangan TBC yang berbasis partisipasi warga dan sistem pelaporan komunitas.

Baca Juga: Bantuan PKH Diperbarui, Ribuan Keluarga Tak Lagi Terima Dana Sosial

Untuk memperkuat berita ini, data dari Kementerian Kesehatan RI per Mei 2025 menunjukkan bahwa beban penyakit TBC di Indonesia masih tinggi, dengan lebih dari 824 ribu kasus baru per tahun (sumber: Global TB Report 2024 oleh WHO).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X