Istana Beberkan Alasan Prabowo Tak Langsung Lakukan Reshuffle, Tegaskan Fokus Evaluasi Kinerja

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Minggu, 25 Mei 2025 | 11:48 WIB
Presiden Prabowo saat menghadiri Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah di Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 13 Maret 2025.  (Foto : Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo saat menghadiri Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah di Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 13 Maret 2025. (Foto : Instagram/presidenrepublikindonesia)

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Wacana reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat di tengah publik.

Namun, Istana memastikan belum ada pembahasan serius terkait pergantian pejabat dalam waktu dekat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih memprioritaskan evaluasi kinerja dibandingkan mengambil langkah cepat untuk melakukan reshuffle.

Baca Juga: Rocky Gerung Usul Reshuffle Kabinet, Bahlil: Itu Hak Prerogatif Presiden

“Secara rutin beliau (Presiden Prabowo) melakukan monitoring, mengevaluasi kinerja seluruh pembantu-pembantu beliau di Kabinet Merah Putih,” ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 23 Mei 2025.

Prasetyo mengungkapkan bahwa evaluasi yang dilakukan Presiden bukan hanya menyoroti kelemahan, tetapi juga memberikan catatan positif atas prestasi para menteri.

Dia menyampaikan bahwa Prabowo mengimbau para pembantunya di kabinet untuk tetap fokus bekerja dan berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.

Baca Juga: Langkah Serius Presiden Prabowo dalam Mendorong Hilirisasi Strategis Nasional

“Presiden mengingatkan agar fokus memberikan manfaat kepada masyarakat dan menghindari pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan atau perasaan tidak nyaman, baik terhadap masyarakat maupun institusi lainnya,” jelasnya.

Terkait reshuffle, Prasetyo menekankan bahwa kesalahan atau kekeliruan dalam menyampaikan pendapat di ruang publik tidak otomatis menjadi dasar bagi pergantian jabatan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Calon Dubes RI untuk AS, Empat Nama Sudah Menguat

Menurutnya, hal tersebut harus dilihat secara komprehensif, termasuk dampaknya terhadap kinerja kementerian terkait.

“Kalau pun dalam tanda kutip dianggap melanggar, tidak serta-merta langsung dilakukan reshuffle. Karena bisa jadi penyampaiannya yang kurang tepat itu tidak berkaitan langsung dengan performa kerjanya,” terangnya.

Dengan demikian, ia menegaskan bahwa reshuffle bukan solusi instan atas kegaduhan atau dinamika di ruang publik, melainkan tetap berdasarkan pada evaluasi objektif atas capaian dan kontribusi pejabat dalam menjalankan tugasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X