Baca Juga: Kemendaker Siap Kawal Proses Hukum, Dukung KPK Bongkar Kasus Lama TKA
Program ini rencananya akan digelar dalam waktu dekat sebagai ruang komunikasi dan spiritualitas untuk meredam potensi konflik remaja.
“Dalam waktu dekat, (Manggarai Bersholawat) dalam minggu ini,” ujar Pramono kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Selasa 20 Mei 2025.
Dua Pendekatan, Satu Tujuan
Meski berbeda gaya, baik Dedi maupun Pramono punya tujuan yang sama: mengurangi kenakalan remaja.
Baca Juga: Inpres Nomor 8 Tahun 2025 : Langkah Nyata Menuju Nol Persen Miskin Ekstrem
Dedi mengintervensi sistem pendidikan dengan disiplin ala militer, sedangkan Pramono memupuk nilai religius dan kultural untuk mendekatkan remaja dengan komunitasnya.
Dua kepala daerah ini kini menjadi sorotan publik, tidak hanya karena program mereka yang unik, tetapi juga karena keberanian mengambil pendekatan berbeda dalam menghadapi masalah yang sama.***
Artikel Terkait
Ponu Bangkit: Kawasan Transmigrasi TTU Siap Jadi Episentrum Garam dan Wisata Perbatasan
Mampukah “Golden Dome” Lindungi Amerika dari Serangan Rudal China dan Rusia?
Festival Aksi Desa Hebat 2025: Tantangan Baru untuk Bangun Indonesia dari Desa
Pemerintah Resmi Larang Penahanan Ijazah Pekerja
Inpres Nomor 8 Tahun 2025 : Langkah Nyata Menuju Nol Persen Miskin Ekstrem
Pakistan dan China Sepakat Dekat, Apa Dampaknya bagi India?
Tersisih dari Timnas, Witan Sulaeman Tak Pernah Hilang dari Hati Penggemar
Kemendaker Siap Kawal Proses Hukum, Dukung KPK Bongkar Kasus Lama TKA
Kabar Gembira! Gaji Ketiga Belas Pensiunan Cair Mei 2025 Tanpa Ribet
Waspada Virus Fantasi Sedarah: DPR RI Desak Polisi Tangkap Pengelola Grup Menyimpang