Dua Gaya Atasi Kenakalan Remaja: Dedi Mulyadi Kirim ke Barak TNI, Pramono Gelar Manggarai Bersholawat

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Rabu, 21 Mei 2025 | 20:23 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Foto : Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Foto : Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Maraknya kasus kenakalan remaja seperti tawuran dan balapan liar memaksa pemerintah daerah mengambil langkah serius.

Dua kepala daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menjadi sorotan karena pendekatan unik mereka dalam meredam fenomena ini.

Dedi Mulyadi memilih jalur pendidikan karakter dengan program Panca Waluya, sementara Pramono Anung mengandalkan pendekatan religius-kultural lewat kegiatan bertajuk Manggarai Bersholawat.

Baca Juga: Waspada Virus Fantasi Sedarah: DPR RI Desak Polisi Tangkap Pengelola Grup Menyimpang

Keduanya menjadi contoh kontras dalam menangani persoalan remaja, dengan gaya yang sangat berbeda.

Dikirim ke Barak TNI Lewat Program Panca Waluya

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengembangkan program Panca Waluya untuk membentuk karakter pelajar. Program ini memberi perhatian khusus pada siswa yang terlibat tawuran, kecanduan game online, hingga balapan liar.

Mereka dibina di barak milik TNI selama 18 hari guna menerima pendidikan karakter.

Sebanyak 273 siswa baru saja dipulangkan usai mengikuti pelatihan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, Selasa 20 Mei 2025.

Baca Juga: Kabar Gembira! Gaji Ketiga Belas Pensiunan Cair Mei 2025 Tanpa Ribet

Dalam pidatonya, Dedi menyinggung keraguan sebagian pihak terhadap efektivitas pendekatannya.

"Jadi membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan urusan administrasi kewilayahan. Banyak orang meragukan, akhirnya waktu yang menjawab," kata Dedi di Gedung Sate.

Religius-Kultural ala Pramono: Manggarai Bersholawat

Berbeda dengan Dedi, Pramono Anung memilih pendekatan berbasis budaya dan agama melalui program Manggarai Bersholawat. Gagasan ini menyasar kawasan Manggarai yang dikenal rawan tawuran pelajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X