JAKARTA, METROSELEBES.COM - Kasus grup fantasi sedarah yang ramai diperbincangkan publik akhirnya memicu respons keras dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Grup tersebut dinilai memuat konten menyimpang, amoral, dan sangat meresahkan masyarakat luas.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, bersama Anggota Komisi III, Nasir Djamil, mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolri, untuk segera mengambil tindakan.
Mereka meminta agar pemilik, pengelola, hingga anggota yang tergabung dalam grup fantasi sedarah tersebut segera ditangkap dan diproses secara hukum. Sahroni menilai ini sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi muda di Indonesia.
“Kapolri wajib bertindak tegas sesegera mungkin, ini sudah bahaya dan harus dihentikan,” tegas Sahroni dalam unggahan yang dipublikasikan oleh akun resmi Instagram DPR RI.
Sementara itu, dua anggota DPR lainnya, Abdullah dari Komisi III dan Alifudin dari Komisi IX, menyoroti sisi moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang dianggap rusak akibat keberadaan grup ini.
Dalam pernyataannya, Abdullah menyebutkan bahwa para pelaku benar-benar tidak bermoral dan harus ditindak secara tegas tanpa toleransi.
“Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga tentang rusaknya nilai-nilai keluarga dan kemanusiaan,” kata Alifudin.
Melalui akun Instagram resmi @dpr_ri, DPR juga menegaskan sikap institusionalnya dengan menyatakan bahwa perilaku amoral seperti ini tidak boleh dibiarkan.
Mereka menyerukan agar tidak ada normalisasi terhadap penyimpangan tersebut dan meminta aparat segera turun tangan.
Fenomena fantasi sedarah ini menjadi perhatian serius parlemen sebagai bentuk perlindungan terhadap norma sosial dan budaya yang selama ini dijaga di Indonesia. Desakan untuk bertindak cepat disuarakan demi mencegah penyimpangan ini meluas dan menjadi “virus” yang membahayakan generasi bangsa.***
Artikel Terkait
Viktor Gyökeres: Bukti bahwa Kesempatan Kedua Bisa Mengubah Segalanya
Ponu Bangkit: Kawasan Transmigrasi TTU Siap Jadi Episentrum Garam dan Wisata Perbatasan
Mampukah “Golden Dome” Lindungi Amerika dari Serangan Rudal China dan Rusia?
Festival Aksi Desa Hebat 2025: Tantangan Baru untuk Bangun Indonesia dari Desa
Pemerintah Resmi Larang Penahanan Ijazah Pekerja
Inpres Nomor 8 Tahun 2025 : Langkah Nyata Menuju Nol Persen Miskin Ekstrem
Pakistan dan China Sepakat Dekat, Apa Dampaknya bagi India?
Tersisih dari Timnas, Witan Sulaeman Tak Pernah Hilang dari Hati Penggemar
Kemendaker Siap Kawal Proses Hukum, Dukung KPK Bongkar Kasus Lama TKA
Kabar Gembira! Gaji Ketiga Belas Pensiunan Cair Mei 2025 Tanpa Ribet