Bahkan, dalam kasus di mana negara-negara harus melakukan restrukturisasi utang karena tekanan fiskal, praktik pinjaman China yang menjaminkan proyek infrastruktur dengan pendapatan komoditas yang tidak berhubungan menjadi kendala dalam proses negosiasi dan restrukturisasi tersebut.
Meskipun China secara resmi telah membantah tuduhan bahwa praktik pemberiannya tidak etis, hasil studi ini menambah tekanan bagi Beijing untuk meninjau kembali pendekatan pembiayaan eksternalnya, terutama terhadap negara-negara yang tengah berjuang menjaga stabilitas ekonomi mereka.