Kembali menyoroti Tiongkok, Sechin mengungkapkan bahwa lonjakan penjualan kendaraan listrik telah menyebabkan perlambatan signifikan permintaan bahan bakar minyak dalam satu tahun terakhir. Jika tren ini berlanjut, maka akan berdampak besar terhadap keseimbangan pasar minyak global.
Sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan impor energi, Tiongkok juga tengah mengembangkan teknologi konversi batubara menjadi bahan bakar sintetis dan produk kimia. “Sekitar 40 juta ton batubara digunakan untuk produksi bahan bakar sintetis, dan lebih dari 260 juta ton untuk amonia serta metanol,” jelas Sechin.
Dengan arah kebijakan dan langkah agresif seperti ini, Tiongkok tampak siap mengguncang peta energi global dalam dekade mendatang.