BANDUNG – METROSELEBES.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, meresmikan Sentra Pasar Khatulistiwa di kawasan Dusun Bambu, sebuah destinasi wisata alam yang terletak di Lembang, Bandung Barat.
Peresmian ini menandai langkah konkret pemerintah dalam mengembangkan ruang ekonomi baru berbasis ekowisata dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Sentra Pasar Khatulistiwa di Dusun Bambu bukan hanya sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi menjadi inisiatif strategis yang menghidupkan kembali potensi lokal melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat.
Baca Juga: Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional
Konsep ini sejalan dengan semangat ekonomi hijau yang terus digencarkan sebagai upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Dusun Bambu sendiri telah lama dikenal sebagai pelopor destinasi wisata ramah lingkungan yang memadukan pesona alam dengan kenyamanan modern.
Melalui pendekatan ecotourism, kawasan ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menguatkan ketahanan ekonomi warga sekitar.
Baca Juga: Kolaborasi Hijau Sumbar: Komisi IV DPR RI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Alam
Dengan melibatkan UMKM, petani, dan pelaku usaha kreatif lokal dalam pengelolaan pasar, Dusun Bambu menjadi model pengembangan wisata berbasis komunitas.
Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor pariwisata berbasis ekologi mengalami pertumbuhan signifikan pasca pandemi.
Pada 2023, kontribusi ekowisata terhadap pendapatan daerah di Jawa Barat meningkat hingga 22% dibanding tahun sebelumnya. Dusun Bambu merupakan salah satu penyumbang utama dari sektor tersebut.
Baca Juga: Kolaborasi Hijau Sumbar: Komisi IV DPR RI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Alam
Selain menjadi contoh nyata sinergi antara ekonomi dan lingkungan, Sentra Pasar Khatulistiwa diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia, khususnya wilayah yang memiliki potensi alam dan budaya yang kuat.
Artikel Terkait
Indonesia Bawa Pulang Diplomasi Strategis dari Rusia: Perkuat Posisi Global di Tengah Dinamika Geopolitik
Langkah Cepat Swasembada: Prabowo Siapkan Indonesia Jadi Eksportir Beras dan Jagung
Sepupu Bashar al-Assad Ditangkap, Otoritas Baru Suriah Perketat Pembersihan Rezim Lama
Misi Evakuasi Sunyi: Diplomasi Senyap Selamatkan WNI dari Iran dan Israel
Komandan Senior Iran Tewas, Ketegangan Memuncak dalam Perang Udara Israel-Iran yang Berlangsung Lebih dari Seminggu
Sinergi Gizi Nasional: KSP Perkuat Aksi Cepat MBG di Daerah 3T
Akselerasi Terhambat, Zona B Tol Ciawi–Sukabumi Dikebut Rampung Agustus
Kolaborasi Hijau Sumbar: Komisi IV DPR RI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Alam
Syarhei Tsikhanouski Dibebaskan dari Penjara, Tsikhanouskaya Desak Pembebasan Tahanan Politik Lainnya
Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional