internasional

Israel Klaim Bunuh Komandan Tertinggi Iran, Perang Udara Makin Memanas di Tengah Ketegangan Nuklir

Sabtu, 21 Juni 2025 | 18:01 WIB
Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat, terlihat dari Ashkelon, Israel, 21 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

 

“Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi,” tegasnya. Namun, Trump menambahkan bahwa ia kecil kemungkinan akan mendesak Israel untuk menahan diri karena Israel sedang “menang”. Meski begitu, ia membuka pintu untuk negosiasi langsung dengan Iran jika kondisi memungkinkan.

 

Israel Tak Akan Hentikan Serangan Sampai Target Tercapai. Israel menegaskan tidak akan menghentikan serangannya hingga program nuklir dan kapabilitas rudal balistik Iran dihentikan sepenuhnya, dengan alasan ancaman eksistensial. Sementara seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran bersedia membahas pembatasan pengayaan uranium, namun menolak larangan total, apalagi di tengah serangan.

 

“Terutama sekarang, saat kami dihantam oleh Israel,” ujar pejabat tersebut.

 

Ketegangan Regional Meluas. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan OKI menyebut bahwa serangan Israel terhadap Iran, yang dilakukan menjelang dimulainya kembali perundingan nuklir, jelas bertujuan menggagalkan diplomasi. Turki, bersama Rusia dan China, menyerukan penghentian segera konflik.

Baca Juga: Ribuan Warga Turun Tangan, Akurasi Data Bansos Melesat Berkat Aplikasi Cek Bansos

Sementara itu, langit Tel Aviv kembali dipenuhi kilatan cahaya dari sistem pertahanan udara pada Sabtu pagi, saat Israel mendeteksi gelombang baru rudal dari Iran. Tidak ada laporan korban dalam serangan tersebut, namun ketegangan terus meningkat seiring dengan pernyataan dari kedua pihak yang semakin keras.

Baca Juga: Kopersi Desa Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional, Menkop Dorong Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa

Situasi terus berkembang. Upaya diplomatik menghadapi jalan terjal, sementara korban sipil dan militer di kedua belah pihak terus bertambah. Dunia menanti apakah perang akan terus membesar, atau apakah diplomasi masih punya peluang untuk menyelamatkan situasi.

 

Halaman:

Tags

Terkini