Namun secara bulanan, CPI mengalami penurunan 0,2% setelah naik 0,1% pada April, sesuai dengan prediksi para ekonom. Perlambatan konsumsi ritel dan stagnasi harga rumah baru menjadi cerminan lemahnya permintaan domestik, meskipun pemerintah telah menggulirkan berbagai kebijakan stimulus dalam beberapa bulan terakhir.
Satu-satunya titik terang datang dari inflasi inti — yang tidak memasukkan harga makanan dan energi yang bergejolak — yang naik tipis sebesar 0,6% secara tahunan, naik dari 0,5% pada April. Namun menurut Zichun Huang, Ekonom China di Capital Economics, angka ini masih rapuh.
Baca Juga: Visa Aktif Tapi Dideportasi: Ironi Calon Haji Indonesia di Tanah Suci
"Kami masih memperkirakan kelebihan kapasitas produksi yang terus berlangsung akan menahan China dalam situasi deflasi baik tahun ini maupun tahun depan," ujar Huang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi China belum keluar dari tekanan, dengan tantangan domestik dan eksternal yang masih membayangi dan menuntut respons kebijakan yang lebih agresif dari pemerintah Beijing.