Konflik Hukum Meningkat
Perseteruan ini memperkuat ketegangan antara eksekutif dan legislatif, mengingat Konstitusi AS memberikan kewenangan pengenaan tarif dan pajak kepada Kongres, bukan presiden. Beberapa negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat, bersama sejumlah bisnis kecil, menjadi pihak yang menantang legalitas kebijakan tersebut.
Baca Juga: Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet
Di sisi lain, Trump juga terlibat sengketa hukum terpisah untuk mencopot Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, langkah yang dikhawatirkan dapat mengancam independensi bank sentral.
“Agenda ekonomi Trump kini berpotensi berhadapan langsung dengan Mahkamah Agung. Ini situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Josh Lipsky, Ketua Bidang Ekonomi Internasional di Atlantic Council.
Dengan mayoritas konservatif 6-3, Mahkamah Agung selama ini cenderung menguntungkan agenda Trump, tetapi para pengamat menilai lembaga tersebut mungkin tetap skeptis terhadap interpretasi luas atas undang-undang lama untuk memperluas kekuasaan eksekutif.
Jika banding ini diterima, Mahkamah Agung diprediksi akan menjadi arena penentu nasib kebijakan perdagangan Trump — sekaligus menguji batas kekuasaan presiden di ranah ekonomi.
Artikel Terkait
Digitalisasi Koperasi Desa Didorong Jadi Gerakan Hybrid Inklusif untuk Rakyat
Sri Mulyani Tegaskan: Pajak Penentu Indonesia Maju, Bukan Sekadar Kewajiban
Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun Untuk Serap Gula Petani, Bapanas Ingatkan Soal Larangan Jual Di Bawah HAP
Mahfud MD Sindir Noel Ebenezer Yang Dulu Koar-Koar Koruptor Dihukum Mati, Kini Justru Tersandung Kasus
Penipuan Modus Kasihan di Parigi Moutong, Disebut Berulang Kali Lakukan Aksi
Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet
DPR RI Berduka, Janji Kawal Keadilan Pasca Wafatnya Affan Kurniawan
AS Cabut Izin Samsung dan SK Hynix, Produksi Chip di China Terancam Terganggu
Trump Guncang Washington: Gelombang Pemecatan Pejabat Tinggi Picu Kekhawatiran Soal Batas Kekuasaan Presiden
Trump Dikeritik Atas Penggunaan Militer di Kota-Kota AS: Risiko Tinggi dan Kekhawatiran Internal Terungkap