BREAKING NEWS: Ibunda Gita Wirjawan Berpulang, Bangsa Kehilangan Sosok Pembawa Sang Saka Merah Putih di Awal Kemerdekaan

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:35 WIB
Paula Diana Warokka Wirjawan, ibunda Gita Wirjawan dan pembawa Sang Saka Merah Putih pada 1947, meninggal dunia. (Dok.pantauansulut)
Paula Diana Warokka Wirjawan, ibunda Gita Wirjawan dan pembawa Sang Saka Merah Putih pada 1947, meninggal dunia. (Dok.pantauansulut)

Inti berita:

Paula Diana Warokka Wirjawan, ibunda mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang pernah menjadi pembawa Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-2 Kemerdekaan RI tahun 1947, meninggal dunia di Jakarta.

• Kepergiannya mengundang belasungkawa dari keluarga, tokoh nasional, dan berbagai kalangan yang mengenang jasa serta pengabdiannya bagi bangsa.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA – Di balik kabar duka yang menyelimuti keluarga mantan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, tersimpan kisah seorang perempuan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan awal Republik Indonesia. Paula Diana Warokka Wirjawan mengembuskan napas terakhir pada Kamis (9/7/2026), meninggalkan jejak pengabdian yang melampaui lingkup keluarga dan dikenang sebagai salah satu putri Minahasa yang ikut mengukir sejarah bangsa.

Kepergian perempuan kelahiran Remboken, Minahasa, Sulawesi Utara, itu dikonfirmasi melalui informasi yang beredar di lingkungan keluarga dan sejumlah kolega. Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka di Jalan Widya Chandra XI Nomor 3, Jakarta Selatan. Hingga kini, keluarga menerima berbagai ungkapan belasungkawa dari kerabat, sahabat, hingga tokoh nasional yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Baca juga: Langkah Gontai Bupati Sukoharjo Usai OTT KPK, Sorotan Kini Mengarah ke Pembuktian Dugaan Korupsi 

Nama Paula Diana Warokka bukanlah sosok yang asing dalam catatan sejarah. Saat usianya baru sekitar 15 tahun, ia mendapat kehormatan membawa Sang Saka Merah Putih di hadapan Presiden Soekarno pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Kemerdekaan Republik Indonesia di Yogyakarta pada 1947. Peristiwa itu menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.

Memasuki masa dewasa, Paula mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai dosen Bahasa Inggris di Politeknik Sahid Jakarta. Ia juga mendampingi suaminya, almarhum Prof. Dr. Wirjawan Djojosoegito, yang dikenal sebagai dokter sekaligus pernah bertugas di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dari keluarga inilah lahir lima orang anak, termasuk Gita Wirjawan yang kemudian dipercaya mengemban jabatan Menteri Perdagangan RI.

Gelombang ucapan duka terus berdatangan sejak kabar wafatnya almarhumah tersebar. Keluarga Besar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paula Diana Warokka Wirjawan. Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga terlihat hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.

Baca juga: Mundur di Tengah Sorotan, Febrie Adriansyah Tinggalkan Kursi Jampidsus Saat Penyelidikan Jadi Perhatian Publik 

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Paula Diana Warokka Wirjawan. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," demikian salah satu pesan belasungkawa yang disampaikan Kadin Indonesia melalui pernyataan resminya.

Kepergian Paula Diana Warokka menjadi kehilangan bagi keluarga sekaligus mengingatkan publik pada sosok perempuan yang pernah mengambil bagian dalam momen penting perjalanan bangsa. Warisan pengabdian di bidang pendidikan, nilai-nilai keteladanan dalam keluarga, serta jejak sejarahnya sebagai pembawa Sang Saka Merah Putih akan tetap dikenang sebagai bagian dari memori kolektif Indonesia.(*)

(Key/Man)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

X