Ketahanan Pangan Jadi Sorotan Utama RAPBN 2026: Prabowo Alokasikan Rp164,4 Triliun

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 18 Agustus 2025 | 05:10 WIB
 Dalam penyampaian RUU APBN Tahun 2026 beserta Nota Keuangannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu agenda prioritas utama pemerintah dengan alokasi anggaran mencapai Rp164,4 triliun. (Screenshot vidio youtube kantor staf presiden)
Dalam penyampaian RUU APBN Tahun 2026 beserta Nota Keuangannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu agenda prioritas utama pemerintah dengan alokasi anggaran mencapai Rp164,4 triliun. (Screenshot vidio youtube kantor staf presiden)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Dalam penyampaian RUU APBN Tahun 2026 beserta Nota Keuangannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu agenda prioritas utama pemerintah dengan alokasi anggaran mencapai Rp164,4 triliun.

Fokus besar ini menandai keseriusan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional di tengah ancaman krisis global.

Menurut Presiden, pangan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. “Kedaulatan pangan berarti kedaulatan bangsa.

Baca Juga: RAPBN 2026: Delapan Agenda Prioritas Prabowo untuk Indonesia Maju

Kita tidak boleh bergantung pada impor berlebihan, karena itu akan melemahkan posisi kita,” tegasnya.

Alokasi anggaran ini diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian, memperluas lahan produktif, meningkatkan produksi dalam negeri, serta mendukung para petani dengan teknologi modern dan subsidi yang tepat sasaran.

Ketahanan pangan juga mencakup upaya penguatan cadangan beras pemerintah, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk rantai pasok pangan.

Baca Juga: Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Gadaikan SK, Fokus pada Kinerja

Selain itu, pemerintah akan mendorong diversifikasi pangan lokal, seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian agar konsumsi masyarakat tidak hanya bergantung pada beras.

Laporan Badan Pangan Nasional (Bapanas) tahun 2025 mencatat, konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia masih berada di angka 96 kilogram per tahun, jauh di atas standar sehat FAO yaitu 60 kilogram.

Kondisi ini menunjukkan perlunya diversifikasi pangan sebagai strategi jangka panjang.

Baca Juga: Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Sampai Kinerja Kalah dari PNS

Pemerintah juga menyiapkan program perlindungan harga gabah di tingkat petani, agar produksi dalam negeri tidak anjlok ketika panen raya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X