Pendidikan Bermutu Jadi Prioritas Utama RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp757,8 Triliun

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 18 Agustus 2025 | 05:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Nota Keuangan di DPR RI menyampaikan bahwa anggaran pendidikan tahun depan mencapai Rp757,8 triliun, jumlah terbesar dibandingkan agenda prioritas lainnya. (Foto : Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Nota Keuangan di DPR RI menyampaikan bahwa anggaran pendidikan tahun depan mencapai Rp757,8 triliun, jumlah terbesar dibandingkan agenda prioritas lainnya. (Foto : Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bermutu menjadi fokus utama dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Nota Keuangan di DPR RI menyampaikan bahwa anggaran pendidikan tahun depan mencapai Rp757,8 triliun, jumlah terbesar dibandingkan agenda prioritas lainnya.

Menurut Presiden, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depan Indonesia.

Baca Juga: Pelayanan Kesehatan Berkualitas Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Anggarkan Rp244 Triliun

“Kalau kita ingin Indonesia menjadi bangsa besar, maka pendidikan bermutu harus menjadi fondasi utama. Semua anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama, di kota maupun desa,” tegas Prabowo.

Anggaran besar ini akan dialokasikan untuk berbagai sektor penting, antara lain:

Peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, termasuk distribusi guru merata hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Baca Juga: Pertahanan Semesta Jadi Agenda Strategis RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Anggaran Besar

Pembangunan dan rehabilitasi sekolah agar fasilitas belajar mengajar lebih memadai.

Digitalisasi pendidikan, meliputi penyediaan perangkat belajar online dan jaringan internet di daerah terpencil.

Penguatan pendidikan vokasi untuk menyiapkan lulusan siap kerja di era industri modern.

Beasiswa untuk siswa dan mahasiswa berprestasi, agar tidak ada anak putus sekolah karena alasan ekonomi.

Baca Juga: RAPBN 2026 Prioritaskan Investasi dan Perdagangan Global, Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebutkan, pada 2024 masih ada sekitar 3,8 juta anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan menengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X