Ekowisata Berbasis Warga: Sentra Pasar Khatulistiwa Hidupkan Ekonomi Lokal di Dusun Bambu

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Minggu, 22 Juni 2025 | 10:35 WIB
Menko PM Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, secara resmi meresmikan Sentra Pasar Khatulistiwa di kawasan wisata Dusun Bambu, sebuah inisiatif strategis yang mengusung konsep ekowisata berbasis pemberdayaan ekonomi lokal. (Instagram kemenkopmri)
Menko PM Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, secara resmi meresmikan Sentra Pasar Khatulistiwa di kawasan wisata Dusun Bambu, sebuah inisiatif strategis yang mengusung konsep ekowisata berbasis pemberdayaan ekonomi lokal. (Instagram kemenkopmri)

 

BANDUNG, METROSELEBES.COM – Menko PM Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, secara resmi meresmikan Sentra Pasar Khatulistiwa di kawasan wisata Dusun Bambu, sebuah inisiatif strategis yang mengusung konsep ekowisata berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.

Program ini tidak hanya menghadirkan ruang ekonomi baru, namun juga menghidupkan kembali potensi masyarakat sekitar dalam satu ekosistem berkelanjutan.

Sentra Pasar Khatulistiwa ini menjadi bentuk nyata dari sinergi antara pariwisata dan penguatan ekonomi warga, dengan menghadirkan ruang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam suasana alam terbuka.

Baca Juga: Harga Beras Melejit di Timur Indonesia, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton untuk Redam Gejolak”

Dusun Bambu sendiri merupakan destinasi wisata unggulan di wilayah Bandung Barat yang dikenal dengan lanskap hutan pinus dan rekreasi alamnya.

Kini, destinasi tersebut semakin lengkap dengan hadirnya sentra pasar yang menampilkan produk-produk lokal dari warga sekitar.

Menurut Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), ekowisata seperti Dusun Bambu merupakan contoh bagaimana lingkungan dan usaha lokal bisa tumbuh bersama dalam satu model pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global

Pendekatan ini sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai motor penggerak kesejahteraan berbasis kearifan lokal.

Mengacu pada data BPS 2023, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Indonesia mencapai 4,1% dan terus meningkat seiring tren pariwisata hijau dan komunitas.

Kehadiran pasar seperti Sentra Pasar Khatulistiwa membuka peluang besar bagi masyarakat desa untuk masuk dalam rantai ekonomi tersebut tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam

Program ini juga sejalan dengan agenda SDGs poin 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) serta poin 11 (kota dan komunitas berkelanjutan), menjadikan Dusun Bambu sebagai laboratorium hidup untuk praktik pembangunan inklusif berbasis komunitas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X