BANDUNG, METROSELEBES.COM – Menko PM Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, secara resmi meresmikan Sentra Pasar Khatulistiwa di kawasan wisata Dusun Bambu, sebuah inisiatif strategis yang mengusung konsep ekowisata berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.
Program ini tidak hanya menghadirkan ruang ekonomi baru, namun juga menghidupkan kembali potensi masyarakat sekitar dalam satu ekosistem berkelanjutan.
Sentra Pasar Khatulistiwa ini menjadi bentuk nyata dari sinergi antara pariwisata dan penguatan ekonomi warga, dengan menghadirkan ruang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam suasana alam terbuka.
Baca Juga: Harga Beras Melejit di Timur Indonesia, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton untuk Redam Gejolak”
Dusun Bambu sendiri merupakan destinasi wisata unggulan di wilayah Bandung Barat yang dikenal dengan lanskap hutan pinus dan rekreasi alamnya.
Kini, destinasi tersebut semakin lengkap dengan hadirnya sentra pasar yang menampilkan produk-produk lokal dari warga sekitar.
Menurut Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), ekowisata seperti Dusun Bambu merupakan contoh bagaimana lingkungan dan usaha lokal bisa tumbuh bersama dalam satu model pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global
Pendekatan ini sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai motor penggerak kesejahteraan berbasis kearifan lokal.
Mengacu pada data BPS 2023, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Indonesia mencapai 4,1% dan terus meningkat seiring tren pariwisata hijau dan komunitas.
Kehadiran pasar seperti Sentra Pasar Khatulistiwa membuka peluang besar bagi masyarakat desa untuk masuk dalam rantai ekonomi tersebut tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi dan kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam
Program ini juga sejalan dengan agenda SDGs poin 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) serta poin 11 (kota dan komunitas berkelanjutan), menjadikan Dusun Bambu sebagai laboratorium hidup untuk praktik pembangunan inklusif berbasis komunitas.
Artikel Terkait
Misi Evakuasi Sunyi: Diplomasi Senyap Selamatkan WNI dari Iran dan Israel
Komandan Senior Iran Tewas, Ketegangan Memuncak dalam Perang Udara Israel-Iran yang Berlangsung Lebih dari Seminggu
Sinergi Gizi Nasional: KSP Perkuat Aksi Cepat MBG di Daerah 3T
Akselerasi Terhambat, Zona B Tol Ciawi–Sukabumi Dikebut Rampung Agustus
Kolaborasi Hijau Sumbar: Komisi IV DPR RI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Alam
Syarhei Tsikhanouski Dibebaskan dari Penjara, Tsikhanouskaya Desak Pembebasan Tahanan Politik Lainnya
Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional
Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam
Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global
Harga Beras Melejit di Timur Indonesia, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton untuk Redam Gejolak”