PASURUAN, METROSELEBES.COM – Dalam perayaan Haflah Akhirussanah ke-75 Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop), Ferry Juliantono, memberikan dorongan kuat terhadap penguatan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebagai fondasi penting dalam pembangunan ekonomi berbasis nilai keislaman.
Acara yang digelar pada Sabtu (22/06/2025) di Pasuruan ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini, Jainudin, serta Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Abdul Mujib Imron.
Dalam sambutannya, Wamenkop menegaskan bahwa Kopontren yang telah berkembang secara profesional kini menjadi bagian penting dari ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Baca Juga: Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas di Forum Global, Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian Dipuji Dunia
Kolaborasi antara Kopontren dengan Koperasi Desa (Kopdes) diharapkan mampu menciptakan sinergi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren, khususnya dalam pengembangan kemandirian ekonomi berbasis nilai keislaman, gotong royong, dan semangat kemandirian.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, hingga tahun 2024 terdapat lebih dari 4.000 pesantren yang telah memiliki koperasi aktif di seluruh Indonesia.
Inisiatif seperti Kopontren dinilai berkontribusi signifikan dalam memberdayakan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro dan kecil.
Baca Juga: Cadangan Beras Pemerintah Pecahkan Rekor, Jamin Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional
Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kerakyatan, Kopontren juga menjadi solusi inklusif untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa berbasis komunitas, termasuk dengan melibatkan santri, alumni, dan masyarakat sekitar pesantren dalam berbagai aktivitas ekonomi produktif.
Wamenkop menegaskan pentingnya sinergi ini dalam mempercepat program pemerintah yang menargetkan penguatan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Acara Haflah Akhirussanah ini tidak hanya menjadi momentum spiritual dan edukatif, namun juga menjadi titik tolak kolaborasi strategis dalam membangun ekonomi keumatan yang berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Syarhei Tsikhanouski Dibebaskan dari Penjara, Tsikhanouskaya Desak Pembebasan Tahanan Politik Lainnya
Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional
Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam
Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global
Harga Beras Melejit di Timur Indonesia, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton untuk Redam Gejolak”
Ekowisata Berbasis Warga: Sentra Pasar Khatulistiwa Hidupkan Ekonomi Lokal di Dusun Bambu
Serangan Senyap AS ke Iran: Trump Klaim Sukses Bom Nuklir Fordow
AS Bom Tiga Lokasi Nuklir Iran, Teheran Pastikan Tak Ada Radiasi
Cadangan Beras Pemerintah Pecahkan Rekor, Jamin Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional
Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas di Forum Global, Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian Dipuji Dunia