Pan menambahkan bahwa teknologi digital telah menyoroti kelemahan sistem pembayaran lintas negara tradisional yang lambat dan rawan digunakan sebagai alat politik.
Baca Juga: 3 Hari Menuju Batas Akhir! Kopbeat Jingle Competition Tantang Kreativitas Musik Anak Bangsa
“Infrastruktur pembayaran lintas batas konvensional mudah dipolitisasi dan dijadikan senjata melalui sanksi sepihak, yang merusak tatanan ekonomi dan keuangan global,” jelas Pan.
Sementara itu, otoritas pengawas valuta asing China menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar yuan dan menghadapi risiko eksternal. Kepala Administrasi Valuta Asing Negara, Zhu Hexin, mengatakan kemampuan China dalam merespons volatilitas pasar valuta asing telah meningkat.
Baca Juga: Dana Desa 2025 Tahap II Wajib Sertakan Koperasi Merah Putih: Ini Dua Syarat Tambahannya
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Administrasi Regulasi Keuangan Nasional, Li Yunze, mengatakan China akan terus membuka pasar keuangan bagi institusi asing. Ia menyebut bahwa lembaga keuangan asing memainkan peran penting dalam menarik investasi dan membangun sistem keuangan modern di China.
“Kami akan menciptakan lingkungan yang transparan, stabil, dan dapat diprediksi untuk pelaku asing, serta mengeksplorasi pembukaan lebih lanjut di berbagai bidang keuangan,” ujar Li. Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan pasar konsumen domestik China yang pesat akan membawa peluang baru bagi pelaku internasional.
Baca Juga: Gerakan 80 Ribu Koperasi Merah Putih: Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa
Dengan strategi yang komprehensif dan langkah konkret, China semakin mantap membangun fondasi untuk menjadikan yuan – termasuk dalam bentuk digital – sebagai salah satu mata uang utama dunia.