Pekan lalu, media resmi China mengumumkan peluncuran konstelasi satelit tiga unit di orbit “cis-lunar”, wilayah antara Bumi dan Bulan, yang memberikan keunggulan pengawasan terhadap satelit lain di orbit lebih rendah.
Persimpangan Musk, Starlink, dan Trump. Keterlibatan sektor swasta, terutama SpaceX milik Elon Musk, turut memperumit dinamika ini. Hubungan Musk dengan mantan Presiden Donald Trump yang memanas, serta ancaman Musk untuk menarik kapsul Dragon dari program luar angkasa berawak AS, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan kontrak jangka panjang.
Ketergantungan militer AS terhadap layanan peluncuran SpaceX dan jaringan komunikasi Starlink menambah elemen risiko. Sejak Musk menolak permintaan Ukraina untuk mengaktifkan Starlink di wilayah pendudukan Rusia, banyak negara mulai mencari alternatif untuk komunikasi sensitif, termasuk sistem orbit rendah lain seperti OneWeb yang didukung Inggris dan Prancis.
Kesiapan Menuju 2027m Komandan SPACECOM, Jenderal Stephen Whiting, mengakui bahwa penilaian pemerintah AS terhadap potensi invasi Taiwan telah memicu “urgensi” operasional. Meskipun belum ada bukti keputusan final dari China, semua cabang militer AS kini diarahkan untuk siap tempur pada 2027.
“Tidak seperti komando tempur lain yang berfokus pada wilayah geografis, tanggung jawab kami dimulai dari 100 kilometer di atas permukaan bumi, dan meluas hingga ke tak terhingga,” kata Whiting dalam sebuah konferensi bulan lalu. “Kami merancang agar siap melaksanakan operasi luar angkasa jika konflik benar-benar terjadi.”
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Bangun Giant Sea Wall Lindungi Pantai Utara Jawa
SPACECOM kini juga memperkuat kolaborasi dengan NATO dan negara-negara sekutu seperti Inggris dan Australia melalui sel “Operasi Komersial Bersama” yang bertugas memberi peringatan kepada operator satelit sipil atas potensi ancaman.
Sampai saat ini, belum pernah ada perang yang benar-benar terjadi di luar angkasa. Namun dengan semakin banyak negara dan aktor swasta terlibat, serta teknologi yang berkembang pesat, ancaman konflik antariksa semakin nyata.
Baca Juga: Pemkot Palu Dorong Penguatan Budaya Data Lewat FGD Metadata Statistik Sektoral
“Tak seorang pun menginginkan perang dimulai atau meluas ke luar angkasa,” ujar Whiting. “Namun kita harus menyiapkan strategi terbaik untuk menghadapi kemungkinan itu.”
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Bangun Giant Sea Wall Lindungi Pantai Utara Jawa
Pemkot Palu Dorong Penguatan Budaya Data Lewat FGD Metadata Statistik Sektoral
Prabowo Optimis Entaskan Kemiskinan Sebelum 2045, Sebut Indonesia Bakal Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia
Ivan Gunawan Ungkap Momen Spiritual di Balik Keputusan Mendadak Berangkat Haji
KPK Dalami Dugaan Korupsi Rp1,2 Triliun Dana Operasional Gubernur Papua, WNA Singapura Diperiksa Terkait Pembelian Private Jet
Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Kerusuhan di Los Angeles, Dua WNI Diamankan Karena Masalah Keimigrasian
Naikkan Gaji Hakim Hingga 280 Persen, Prabowo: Lebih Baik Untuk Hakim Daripada Dicuri Koruptor
Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad
Anggota DPR RI Longki Djanggola Dampingi Warga Rio Pakava Adukan Sengketa Lahan Sawit ke Kanwil ATR/BPN Sulteng
Indonesia Tancap Gas Infrastruktur Hijau: Kolaborasi Strategis di Panggung Global ICI 2025