Latihan Gabungan Militer dan Penjaga Pantai Taiwan Hadapi Ancaman "Grey Zone" dari China

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 8 Juni 2025 | 18:31 WIB
Penjaga pantai Taiwan mengadakan latihan tahunan di Taiwan selatan, mensimulasikan perebutan sebuah feri oleh 'teroris internasional', bekerja sama dengan militer Taiwan untuk menaiki dan merebut kembali kendali atas kapal serta mengevakuasi korban. Source FOTO: REUTERS
Penjaga pantai Taiwan mengadakan latihan tahunan di Taiwan selatan, mensimulasikan perebutan sebuah feri oleh 'teroris internasional', bekerja sama dengan militer Taiwan untuk menaiki dan merebut kembali kendali atas kapal serta mengevakuasi korban. Source FOTO: REUTERS

KAOHSIUNG,METROSELEBES.COM-Pemerintah Taiwan kembali menunjukkan kesiapan militernya menghadapi tekanan dari China melalui latihan gabungan antara penjaga pantai dan militer di kota pelabuhan Kaohsiung, Minggu (8/6). Latihan ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman "grey zone" atau zona abu-abu yang dilakukan oleh Beijing — sebuah strategi tekanan non-konvensional yang dilakukan tanpa konfrontasi langsung. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (08/06/2025).

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Lewat Aplikasi dan Puskesmas, Yuk Manfaatkan

Dalam skenario latihan, penjaga pantai dan militer Taiwan mensimulasikan perebutan sebuah kapal feri oleh "teroris internasional". Operasi penyelamatan dilakukan secara terpadu dengan bantuan helikopter penyelamat dari Kementerian Dalam Negeri dan helikopter medis dari militer. Mereka berhasil merebut kembali kendali kapal dan mengevakuasi para korban dalam simulasi tersebut.

 

Yang menarik, latihan kali ini melibatkan helikopter anti-kapal selam milik Angkatan Laut Taiwan yang terbang bersama dengan helikopter evakuasi medis dan penyelamat — momen pertama dalam latihan semacam ini, menurut pernyataan dari penjaga pantai Taiwan.

Baca Juga: Membentengi Masa Depan Kota: Indonesia Siapkan Transformasi Infrastruktur Lewat ICI 2025

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, turut hadir mengawasi jalannya latihan sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan keamanan nasional. Pemerintah Taiwan menilai kegiatan semacam ini semakin penting di tengah meningkatnya aktivitas agresif China, seperti pengerukan pasir ilegal dan pemotongan kabel bawah laut yang dilakukan di sekitar wilayah Taiwan.

 

Penjaga pantai Taiwan sendiri merupakan garda terdepan dalam merespons provokasi tersebut, dan akan menjadi bagian penting dalam pertahanan jika terjadi konflik bersenjata dengan China. Dalam beberapa waktu terakhir, mereka kerap ditugaskan untuk membayangi kapal-kapal China selama latihan militer yang digelar Beijing di dekat Taiwan.

Baca Juga: Nyaris 100% Desa di Indonesia Sudah Bentuk Koperasi Merah Putih: Gerakan Kolaborasi Ekonomi Terbesar di

Sebagai bagian dari penguatan pertahanan, penjaga pantai juga tengah menjalani program modernisasi. Salah satu andalannya adalah kapal patroli kelas Anping yang mulai digunakan sejak 2020. Kapal ini merupakan varian dari kapal perang kelas Tuo Chiang milik Angkatan Laut, dan didesain sebagai kapal siluman berkecepatan tinggi yang mampu menghancurkan kapal perang besar di perairan dekat Taiwan.

 

Kapal Anping tidak hanya mampu membawa peluncur rudal anti-kapal Hsiung Feng buatan Taiwan, tetapi juga dilengkapi dengan peralatan tambahan untuk operasi penyelamatan — menjadikannya aset multifungsi dalam menjaga kedaulatan maritim Taiwan.

Baca Juga: Fadli Zon Minta Publik Tak Cemas Soal Penulisan Ulang Sejarah Nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X