JAKARTA, METROSELEBES.COM – Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) resmi menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan baru dengan alokasi anggaran tertinggi mencapai Rp 200 triliun.
Program ini menjadi penopang utama dalam strategi pemerataan ekonomi dan penguatan ketahanan desa melalui koperasi modern dan mandiri.
Mengusung semangat pemerataan dan kemandirian desa, Kopdes Merah Putih tidak hanya berdiri sebagai entitas koperasi, tetapi juga sebagai penggerak utama sektor produktif masyarakat desa.
Baca Juga: Instruksi Presiden dan Regulasi Baru, Koperasi Desa Kini Wajib Diformalkan Sesuai Aturan 2025
Pemerintah mengalokasikan dana fantastis ini guna mempercepat pembangunan ekonomi dari bawah ke atas, terutama melalui penguatan struktur kelembagaan koperasi di seluruh pelosok Indonesia.
Menurut unggahan resmi di akun Instagram @kopdesmerahputih, program ini menjadi bagian dari 11 program prioritas Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Di bawah program Kopdes Merah Putih juga terdapat program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap anggaran Rp 121 triliun—menjadi dua program dengan nilai anggaran tertinggi dalam daftar prioritas.
Baca Juga: Desa Bangkit Lewat Koperasi Merah Putih: Dorong Ekonomi Berdaya Saing
Berikut 11 program prioritas yang diusung Prabowo Subianto:
- Makan Bergizi Gratis (MBG) – Rp 121 triliun
- Program 3 juta rumah melalui FLPP – Rp 41,88 triliun
- Koperasi Desa Merah Putih – Rp 200 triliun
- Sekolah Rakyat – Rp 11,6 triliun
- Sekolah Unggul – Rp 2 triliun
- Rehabilitasi Sekolah – Rp 19,5 triliun
- Cek Kesehatan Gratis (CKG) – Rp 3,4 triliun
- Penuntasan Tuberkulosis – Rp 1,5 triliun
- RS Berkualitas – Rp 1,7 triliun
- Lumbung Pangan – Rp 23,16 triliun
- Pembangunan Bendungan & Irigasi – Rp 20,5 triliun
Baca Juga: 8 Strategi Ampuh agar Koperasi Desa Tidak Gagal di Tengah Jalan
Pengamat ekonomi dari INDEF, Bhima Yudhistira, dalam pernyataannya menyebut bahwa langkah ini dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong kemandirian desa jika dikawal secara transparan dan tepat sasaran.
“Program seperti Kopdes Merah Putih bisa menyasar sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan UMKM berbasis desa yang selama ini kurang mendapat akses permodalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Menteri Budi Arie Setiadi menyampaikan bahwa reformasi koperasi nasional akan difokuskan pada digitalisasi, profesionalisme manajemen koperasi, serta integrasi koperasi ke dalam rantai pasok nasional.
Artikel Terkait
Revisi UU Koperasi Jadi Sorotan: DPR Dorong Transformasi Besar Dunia Perkoperasian Nasional
ASN Kementerian Koperasi Resmi Bertugas: Langkah Awal Menuju Birokrasi Profesional dan Inovatif
Koperasi Merah Putih Jadi Ujung Tombak Distribusi Subsidi
Koperasi Merah Putih Digadang Jadi Benteng Ekonomi Rakyat di Tengah Gempuran Kapitalisme
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Hadiri Peringatan Hari Nasional Italia, Tampilkan Sejarah Demokrasi dan Budaya Negeri Pizza
3 Kunci Sukses Koperasi dan Masa Depan Kopdes Merah Putih
Koperasi Merah Putih: Akselerasi Legalitas untuk Ekonomi Desa Bangkit
APDESI Apresiasi Langkah Menkop Budi Arie dalam Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih
Desa Bangkit Lewat Koperasi Merah Putih: Dorong Ekonomi Berdaya Saing
Instruksi Presiden dan Regulasi Baru, Koperasi Desa Kini Wajib Diformalkan Sesuai Aturan 2025