NEW YORK,METROSELEBES.COM-Perusahaan penerbit stablecoin terkemuka, Circle Internet (CRCL.N), kembali mencuri perhatian pasar setelah sahamnya melonjak 48% pada hari Jumat (6/6), menyusul debut spektakulernya di Bursa Efek New York (NYSE) sehari sebelumnya. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (06/06/2025).
Baca Juga: Tesla Bangkit dari Jurang Kerugian, Tapi Drama Musk vs Trump Belum Usai
Saham Circle sempat menyentuh angka tertinggi $123,49, hampir empat kali lipat dari harga penawaran awal sebesar $31. Dengan lonjakan tersebut, nilai perusahaan melonjak menjadi sekitar $32,1 miliar secara fully diluted — sebuah pencapaian luar biasa bagi perusahaan yang berbasis di New York dan dikenal luas sebagai penerbit stablecoin USD Coin (USDC).
Kesuksesan IPO Circle dinilai sebagai angin segar bagi pasar penawaran umum perdana yang sempat lesu akibat ketidakpastian ekonomi global dan gejolak tarif dagang. Para analis dan pelaku industri melihat aksi korporasi ini sebagai titik balik penting.
Baca Juga: Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer
"Ini bukan sekadar peristiwa besar di dunia kripto, tapi juga menjadi indikator bahwa pasar IPO mulai menemukan momentumnya kembali," ujar Matt Kennedy, ahli strategi senior di Renaissance Capital, penyedia riset dan ETF berbasis IPO.
Presiden NYSE, Lynn Martin, turut menyebut IPO Circle sebagai barometer penting bagi pasar modal tahun ini. Menurutnya, pencatatan Circle bukan hanya mewakili sektor kripto, tetapi menjadi sinyal kesiapan investor terhadap emiten-emiten yang kuat dan solid.
Nada optimisme juga digaungkan oleh CEO Nasdaq, Adena Friedman, yang menyatakan bahwa para investor kini menyadari bahwa ketidakpastian global mungkin akan bertahan, dan karena itu mulai mengarahkan dananya ke perusahaan-perusahaan dengan daya tahan tinggi.
Baca Juga: Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina
Menurut analis dari IPOX, Lukas Muehlbauer, keberhasilan IPO Circle adalah bagian dari tren yang menunjukkan bahwa pasar menyambut baik perusahaan yang tidak terlalu terdampak risiko rantai pasok internasional. Ia memperkirakan pipeline IPO akan tetap aktif dalam beberapa bulan ke depan, terutama untuk sektor seperti kecerdasan buatan (AI), pertahanan, dan teknologi finansial (fintech).
Artikel Terkait
Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina
Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer
Woodka, Arloji Lokal yang Tak Sekadar Waktu: Menenun Karya, Memberdayakan Bangsa
Tesla Bangkit dari Jurang Kerugian, Tapi Drama Musk vs Trump Belum Usai
Langkah Emas Menuju Anak Bebas Stunting: Capaian Nyata dan Harapan 2025
Koalisi 6 Kementerian: Pendidikan Antikorupsi Jadi Pilar Indonesia Maju
Olahraga Jadi Pelarian Efektif Usai Patah Hati, Ini Bukti Bukan Sekadar Tren
Prabowo Tak Akan Tenang Sebelum Indonesia Swasembada Pangan, Dimulai dari Jagung Bengkayang
Presiden Prabowo Serahkan Sapi Kurban ke Kawasan Transmigrasi, Warga Palolo Terharu Terima Bantuan Langsung
Waspadai Risiko Konsumsi Daging Kurban: Terapkan 5 Cara Aman Ini Saat Iduladha