Masa Depan Pirelli di Ujung Tanduk Tanpa Kesepakatan dengan Sinochem, CEO Peringatkan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 17:58 WIB
Logo Pirelli terlihat selama Pameran Mobil Munich, IAA Mobility 2021 di Munich, Jerman. Source FOTO: REUTERS
Logo Pirelli terlihat selama Pameran Mobil Munich, IAA Mobility 2021 di Munich, Jerman. Source FOTO: REUTERS

MILANO,METROSELEBES.COM-Masa depan produsen ban ternama Italia, Pirelli, kini berada dalam situasi yang genting menyusul kegagalan mencapai kesepakatan penting dengan pemegang saham utamanya asal Tiongkok, Sinochem. Sabtu (24/05/2025).

Baca Juga: Dampak Kejut Kebijakan AS: Mahasiswa Tiongkok di Harvard Terancam Dipulangkan

Hal ini diungkapkan oleh CEO Pirelli, Andrea Casaluci, dalam sebuah wawancara dengan harian Corriere della Sera yang terbit pada Sabtu.

 

Menurut Casaluci, penolakan Sinochem terhadap usulan Pirelli untuk menyelesaikan masalah tata kelola perusahaan berpotensi menghambat ekspansi Pirelli di pasar global, terutama di Amerika Serikat.

Baca Juga: Langkah Serius Presiden Prabowo dalam Mendorong Hilirisasi Strategis Nasional

Proposal yang diajukan Pirelli sebelumnya bertujuan untuk meredakan kekhawatiran terkait pengaruh asing yang menjadi perhatian sejumlah legislator AS terhadap perusahaan yang didukung oleh modal Tiongkok.

 

"Tujuan utama kami adalah menemukan solusi yang memungkinkan Pirelli beroperasi di seluruh pasar dunia, khususnya di Amerika Serikat, tanpa hambatan ataupun pembatasan," ujar Casaluci. "Kami ingin fokus pada pengembangan industri perusahaan secara murni."

Baca Juga: Korpri Usul Batas Usia Pensiun ASN Diperpanjang, Istana: Belum Dibahas Secara Khusus

Amerika Utara sendiri menyumbang lebih dari 20% pendapatan Pirelli, dengan kontribusi sebesar 40% untuk penjualan produk-produk bernilai tinggi. Tanpa kesepakatan yang tepat, Casaluci memperingatkan bahwa perkembangan teknologi kunci perusahaan bisa terhambat—yang berdampak langsung pada potensi pertumbuhan Pirelli, termasuk di negara asalnya, Italia.

 

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan berencana memperkuat aktivitas penelitian dan pengembangan (R&D) di Italia sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Calon Dubes RI untuk AS, Empat Nama Sudah Menguat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X