Tokoh Oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa Ditangkap atas Dugaan Terorisme Jelang Pemilu

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:04 WIB
Anggota parlemen dan politisi Venezuela, Juan Pablo Guanipa, berbicara dalam sebuah acara partai oposisi "Primero Justicia" untuk memperkenalkannya sebagai calon mereka dalam pemilihan pendahuluan presiden. Source FOTO: REUTERS
Anggota parlemen dan politisi Venezuela, Juan Pablo Guanipa, berbicara dalam sebuah acara partai oposisi "Primero Justicia" untuk memperkenalkannya sebagai calon mereka dalam pemilihan pendahuluan presiden. Source FOTO: REUTERS

 

CARACAS,METROSELEBES.COM-Tokoh oposisi Venezuela yang dikenal luas, Juan Pablo Guanipa, ditangkap oleh pihak berwenang atas tuduhan memimpin plot teroris, demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dalam siaran resmi pada Jumat. Guanipa merupakan sekutu dekat pemimpin oposisi Maria Corina Machado, yang juga tengah bersembunyi.

Baca Juga: Lippo Group Mulai Kembalikan Dana Konsumen Meikarta, Menteri PKP Apresiasi Proses Refund Lebih Cepat Dari Janji Awal

Penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari menjelang pemilu legislatif dan regional Venezuela yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Cabello mengungkapkan bahwa sebanyak 70 orang, termasuk warga negara asing, telah ditahan terkait dugaan rencana serangan yang diklaim akan dilakukan selama proses pemilu berlangsung.

 

Selain dituduh memimpin plot terorisme, Guanipa juga dijerat dengan tuduhan pencucian uang dan penghasutan kebencian. Dalam video yang ditayangkan di televisi pemerintah, Guanipa terlihat mengenakan rompi antipeluru saat ditangkap oleh agen bersenjata bertopeng. “Dia pikir dirinya tak tersentuh, tak terlihat,” ujar Cabello dalam pernyataannya.

Baca Juga: Kabar Gembira, Diskon Listrik 50 Persen Kembali Digulirkan Mulai 5 Juni, Ini Sasarannya..!

Juan Pablo Guanipa, 60 tahun, merupakan seorang pengacara dan politisi senior yang telah lama berkecimpung di kancah politik Venezuela. Ia diketahui bersembunyi sejak pemilu presiden tahun lalu, di mana pemimpin oposisi Maria Corina Machado dilarang mencalonkan diri meskipun tetap populer di kalangan rakyat.

 

Machado dalam pernyataannya di media sosial X menyebut bahwa penangkapan Guanipa merupakan bagian dari gelombang represi terhadap oposisi. “Untuk Juan Pablo dan semua rekan kami yang ditahan: setiap detik hidup kami dipersembahkan untuk membebaskan kalian dan seluruh rakyat Venezuela,” tulisnya. Ia juga menyebut sedikitnya 50 aktivis politik, pembela hak asasi manusia, dan jurnalis turut menjadi korban penahanan.

Baca Juga: Pemkot Palu dan PT Srihapan Mega Persada Teken Kerja Sama Pengembangan Palu City Square

Sementara itu, kredibilitas pemilu presiden sebelumnya masih menjadi sorotan. Meskipun otoritas pemilu dan Mahkamah Agung Venezuela menyatakan Nicolás Maduro sebagai pemenang, mereka tidak memberikan rincian hasil pemilu hingga tingkat TPS. Sebaliknya, pihak oposisi mengklaim telah mengumpulkan data rinci yang menunjukkan bahwa kandidat mereka menang telak, dan pengamat internasional menyatakan pemilu tersebut tidak berlangsung secara demokratis.

 

Dalam catatan tambahan, saudara Guanipa, Pedro Guanipa, juga telah ditangkap pada bulan September lalu atas dugaan korupsi saat menjabat di kantor wali kota Maracaibo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X