Baca Juga: Oknum Guru Ngaji di Palu Selatan Dilapor Dugaan Asusila, Begini Kronologi Kejadiannya..!
Anak buaya diberi makan ayam, daging sapi, dan vitamin hingga mencapai usia satu tahun dan berat sekitar 6 kg. Di usia inilah mereka dianggap cukup kuat untuk dilepaskan, karena masa muda adalah periode paling rentan — hampir semua anak buaya yang dilepas sebelum usia ini akan diburu.
Di Masaguaral, seekor buaya bernama Picopando, kini berusia 70 tahun, menjadi bukti bahwa spesies ini dapat hidup lama dan mencapai panjang lebih dari 5 meter. Dengan rahang tajam dan tubuh berlapis pelindung keras, buaya dewasa adalah predator tangguh. Namun saat baru menetas, mereka bisa digendong dengan dua tangan manusia.
Setiap tahun, sekitar 200 buaya muda dilepaskan. Pada bulan April lalu, tim ilmuwan membawa batch terbaru menuju Sungai Capanaparo, dekat perbatasan Kolombia. Jalur pengiriman melewati jalan tanah berlumpur, dan buaya-buaya dikurung dalam peti kayu dengan mulut tertutup lakban untuk menghindari stres.
Alvaro Velasco, 66 tahun, presiden Kelompok Spesialis Buaya, menutup mata seekor buaya muda sebelum perjalanan dimulai. Di pundaknya, tato buaya Orinoco menjadi lambang dedikasinya.
Baca Juga: Oknum Guru Ngaji di Palu Selatan Dilapor Dugaan Asusila, Begini Kronologi Kejadiannya..!
"Orang sering bertanya, 'Kenapa buaya? Mereka kan jelek,'" katanya. "Bagi saya, mereka luar biasa. Ketika dilepaskan, mereka melihat kita sejenak, seolah berkata, ‘Apa yang harus kulakukan di sungai sebesar ini?’ Lalu mereka berenang pergi."
Setibanya di lokasi, para ilmuwan tidur di hammock, dan keesokan harinya, mereka mengangkat buaya-buaya muda dari peti dan melepaskannya ke air keruh Sungai Capanaparo.