Kejutan Politik di Portugal: Chega Raih Dukungan Tertinggi, Dua Partai Besar Terancam Tergeser

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 19 Mei 2025 | 18:15 WIB
Pemimpin Partai Sosial Demokrat (PSD) dan Aliansi Demokratik (AD) Portugal, Luis Montenegro, berbicara setelah hasil jajak pendapat keluar, di markas malam pemilihannya, di Lisbon, Portugal, 19 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS
Pemimpin Partai Sosial Demokrat (PSD) dan Aliansi Demokratik (AD) Portugal, Luis Montenegro, berbicara setelah hasil jajak pendapat keluar, di markas malam pemilihannya, di Lisbon, Portugal, 19 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

LISBON,METROSELEBES.COM-Pemilu kilat di Portugal memunculkan dinamika politik baru yang mengejutkan. Partai sayap kanan radikal Chega mencatatkan rekor sejarah dengan meraih 22,6% suara—sekitar 1,34 juta pemilih—dan kini berpeluang menjadi partai oposisi utama, menyalip Partai Sosialis yang selama lima dekade mendominasi politik negara tersebut bersama Partai Sosial Demokrat (PSD).

Baca Juga: Oknum Guru Ngaji di Palu Selatan Dilapor Dugaan Asusila, Begini Kronologi Kejadiannya..!

Meskipun Aliansi Demokratik (AD) yang dipimpin Perdana Menteri Luis Montenegro keluar sebagai pemenang dengan 89 kursi (32,1%), jumlah tersebut belum cukup untuk membentuk mayoritas di parlemen yang memiliki 230 kursi. Montenegro tetap berkeras untuk membentuk pemerintahan minoritas dan menolak bekerja sama dengan Chega.

“Kami telah melakukan sesuatu yang belum pernah dicapai partai mana pun di Portugal. Hari ini, kita bisa menyatakan bahwa era dua partai besar telah berakhir,” seru Andre Ventura, pemimpin Chega, di hadapan pendukungnya yang bersorak di Lisbon. Ia juga menekankan bahwa hasil ini membuktikan kesalahan sebagian besar lembaga survei yang sebelumnya meremehkan kekuatan partainya.

Baca Juga: DQLab Gelar Mini Bootcamp untuk Atasi Kesenjangan Digital Lewat Pendidikan Data

Chega, yang dikenal dengan sikap keras terhadap imigrasi dan kriminalitas, menambah 8 kursi menjadi total 58 kursi. Mereka kerap dikaitkan dengan partai-partai kanan keras di Eropa seperti Rassemblement National (Prancis) dan AfD (Jerman), serta mengusung kebijakan kontroversial seperti hukuman kastrasi kimia bagi pemerkosa kambuhan.

Sementara itu, Partai Sosialis mengalami kemerosotan signifikan, dari 78 menjadi 58 kursi. Kekalahan ini membuat pemimpinnya, Pedro Nuno Santos, menyatakan mundur dari jabatannya.

Baca Juga: Bawa Pesan Presiden Prabowo, Cak Imin Jabat Tangan dengan Paus Leo XIV di Vatikan

Montenegro, yang sempat kehilangan dukungan parlemen karena dugaan konflik kepentingan terkait bisnis keluarganya, menyatakan rakyat ingin stabilitas. “Portugal tak ingin pemilu dadakan lagi. Mereka ingin pemerintahan empat tahun penuh,” ujarnya di tengah sorakan “Biarkan Luis Bekerja”, slogan kampanyenya.

Namun, kekhawatiran publik muncul atas lonjakan dukungan Chega. Sejumlah warga membandingkan partai tersebut dengan era pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat. “Apa yang terjadi di seberang Atlantik bisa jadi cermin bagi kita. Kita dalam bahaya,” kata Antonio Albuquerque, 65 tahun, yang memilih golput karena kehilangan kepercayaan pada seluruh partai.

Baca Juga: PPATK Ungkap Dua Langkah Buka Rekening Terblokir Terkait Judi Online, Termasuk Kasus Andrew Darwis

Ventura, yang sempat dirawat di rumah sakit selama kampanye, bertekad melanjutkan langkah politiknya. “Saya tidak akan berhenti sampai menjadi Perdana Menteri Portugal,” ujarnya dengan penuh ambisi.

Baca Juga: Sebanyak 103 Formasi CPNS Pemprov Sulteng Masih Kosong, Didominasi Tenaga Teknis

Portugal kini menghadapi ketidakpastian politik baru, dengan prospek reformasi struktural dan proyek strategis seperti pertambangan litium dan privatisasi maskapai TAP yang mungkin tertunda di tengah konfigurasi parlemen yang terfragmentasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X