Pemerintah AS Soroti Kerja Sama Apple dan Alibaba Soal Teknologi AI di iPhone

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:56 WIB
Logo grup Alibaba terlihat dalam ilustrasi. Source FOTO: REUTERS
Logo grup Alibaba terlihat dalam ilustrasi. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM— Pemerintahan Amerika Serikat dilaporkan tengah mengamati secara ketat rencana kerja sama antara Apple Inc. dan raksasa teknologi asal Tiongkok, Alibaba Group, terkait integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Alibaba ke dalam perangkat iPhone yang dijual di China. Sabtu (17/05/2025)

Baca Juga: AS Longgarkan Tarif Impor Paket Kecil dari China, Era Emas E-commerce Mulai Meredup

Kekhawatiran utama yang muncul dari pihak Gedung Putih dan sejumlah pejabat Kongres adalah potensi kerja sama ini memperkuat kapasitas AI perusahaan Tiongkok, memperluas pengaruh chatbot yang tunduk pada sensor pemerintah, serta meningkatkan risiko terhadap Apple atas keterikatan hukum sensor dan berbagi data di bawah regulasi ketat China.

Baca Juga: Tarif Baru Lumpuhkan Jalur Udara China-AS, Maskapai Alihkan Rute Kargo

Menurut sumber anonim yang dikutip NYT, kesepakatan ini bisa membawa konsekuensi strategis, terutama terkait pengaruh teknologi asal China terhadap konsumen global dan potensi pengawasan digital oleh Beijing. Hingga saat ini, baik Apple maupun Alibaba belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

 

Pada Februari lalu, Alibaba mengonfirmasi adanya kolaborasi dengan Apple dalam menyediakan dukungan AI untuk pengguna iPhone di China. Kerja sama ini dipandang sebagai pencapaian besar bagi Alibaba di tengah persaingan ketat pasar AI domestik, yang kini juga diwarnai oleh pemain baru seperti DeepSeek — perusahaan yang menjadi sorotan setelah berhasil mengembangkan model AI dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan pesaing dari Barat.

 

Baca Juga: Gubernur BI Soroti Hijab Impor dari China, Dorong UMKM Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah

Langkah Apple ini dinilai sebagai strategi untuk tetap kompetitif di pasar China, namun berisiko memperkeruh ketegangan teknologi antara Washington dan Beijing, terutama dalam bidang AI dan keamanan data.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters, The New York Times

Tags

Rekomendasi

Terkini

X