Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membantah klaim Trump soal adanya proposal nuklir dari AS. Dalam pernyataan di media sosial X, Araqchi menegaskan bahwa Iran belum menerima proposal tersebut dan tidak akan menyerahkan hak pengayaan uranium untuk tujuan damai.
Baca Juga: Langkah Mengejutkan: Trump Temui Presiden Suriah, Isyaratkan Normalisasi Hubungan
Ia juga mengkritik sikap inkonsisten Washington dalam negosiasi nuklir yang memperlambat kemajuan. "Tidak bisa diterima bahwa Amerika terus-menerus mengubah kerangka perundingan," ujar Araqchi kepada televisi pemerintah.
Putaran keempat pembicaraan nuklir Iran-AS telah selesai digelar di Oman pada Minggu lalu, namun hingga kini belum ada jadwal untuk pertemuan selanjutnya. Ketegangan ini menandai babak baru dalam hubungan yang semakin kompleks antara Teheran dan Washington.