Iran Kecam Trump: Bicara Damai tapi Ancam dengan Bom, Pezeshkian dan Khamenei Angkat Suara

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 18:16 WIB
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan pidato selama upacara parade Hari Angkatan Darat Nasional di Teheran, Iran. Source FOTO: REUTERS
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan pidato selama upacara parade Hari Angkatan Darat Nasional di Teheran, Iran. Source FOTO: REUTERS

TEHERAN,METROSLEBES.COM- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pernyataan kontroversial dari mantan Presiden AS Donald Trump dalam tur Teluk-nya baru-baru ini. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam keras Trump dan menyebutnya berbohong saat mengklaim menginginkan perdamaian di kawasan. Sabtu (17/05/2025)

Baca Juga: UAE Dapat Lampu Hijau dari AS untuk Beli Chip AI Canggih, Trump Ungkapkan Kesepakatan Besar

"Trump mengatakan ingin perdamaian, tapi di saat yang sama memberi bom seberat 10 ton kepada rezim Zionis untuk dijatuhkan ke kepala anak-anak di Gaza," kata Khamenei dalam sebuah acara keagamaan di Teheran, sebagaimana dilaporkan media pemerintah.

 

Khamenei juga menyebut pernyataan Trump sebagai “memalukan bagi si pembicara dan rakyat Amerika”, dan menegaskan bahwa akar dari konflik dan ketidakstabilan di kawasan adalah Israel. "Rezim Zionis adalah tumor kanker mematikan yang harus dicabut. Dan akan dicabut," ujarnya tegas.

Baca Juga: Trump Cetak Sejarah di UEA: Umumkan Kesepakatan Raksasa 0 Miliar dan Aliansi AI

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One bahwa Iran harus segera merespons proposal nuklir dari AS atau “sesuatu yang buruk akan terjadi”.

 

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menanggapi pernyataan Trump dengan nada tajam. Dalam sebuah acara angkatan laut di Teheran, ia mempertanyakan ketulusan Trump yang berbicara damai namun menyampaikan ancaman di saat bersamaan.

 

"Mana yang harus kami percayai? Di satu sisi dia bicara damai, di sisi lain dia mengancam dengan alat pembunuh massal paling canggih," ujar Pezeshkian.

Baca Juga: Gugatan atas Kebijakan Kewarganegaraan Trump Memasuki Sidang Mahkamah Agung

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan Iran tetap terbuka melanjutkan dialog nuklir dengan Amerika Serikat, namun tidak akan tunduk pada ancaman. "Kami tidak mencari perang, tapi kami juga tidak akan mundur dari hak-hak sah kami," tegasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X