"Pertemuan ini menghasilkan kemajuan nyata dan mencapai konsensus penting," ujarnya dalam jumpa pers di kantor perwakilan China untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang disambut tepuk tangan dari para pejabat China yang hadir.
Baca Juga: Trump Tawarkan Diri Jadi Penengah Sengketa Kashmir, India Belum Memberi Jawaban
Platform Dialog Ekonomi Baru Dibentuk
Salah satu hasil utama dari pertemuan ini adalah kesepakatan untuk membentuk mekanisme konsultasi baru terkait isu-isu perdagangan dan ekonomi. Meskipun detail platform tersebut belum diumumkan, hal ini dipandang sebagai upaya lanjutan untuk menciptakan forum yang lebih produktif guna menyelesaikan perselisihan perdagangan.
Mekanisme serupa pernah dibentuk sebelumnya, termasuk Economic Working Group pada tahun 2023 oleh Menteri Keuangan AS saat itu, Janet Yellen, bersama He Lifeng. Namun, hasilnya dianggap terbatas dalam mendorong reformasi ekonomi dalam negeri China yang selama ini dianggap terlalu bergantung pada ekspor dan peran negara.
Baca Juga: Reset Ekonomi Global? AS dan Tiongkok Bahas Akhir Perang Dagang
Trump dan Potensi Pengurangan Tarif
Menariknya, mantan Presiden Donald Trump, yang memicu gelombang tarif tinggi sejak awal masa jabatannya, memberikan sinyal baru. Dalam pernyataan terbarunya, ia menyebut tarif 80% pada barang-barang China “terlihat masuk akal,” menandakan adanya kemungkinan penurunan dari level tarif yang saat ini berada di atas 100%.
Trump sebelumnya menyatakan keadaan darurat nasional atas defisit perdagangan dan krisis fentanyl, serta mengusulkan tarif hingga 145% pada barang China, yang memicu balasan dari Beijing.
Pusat Perundingan di Vila Swiss