Putin Tolak Ultimatum Gencatan Senjata dari Eropa, Usulkan Negosiasi Langsung di Istanbul

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 11 Mei 2025 | 08:52 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat berbicara kepada wartawan di Istana Agung di Kremlin di Moskow, Rusia, Minggu, 11 Mei 2025. Foto: Sergei Bobylev/AP. Source FOTO; The Guardian
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat saat berbicara kepada wartawan di Istana Agung di Kremlin di Moskow, Rusia, Minggu, 11 Mei 2025. Foto: Sergei Bobylev/AP. Source FOTO; The Guardian

KYIV,METROSELEBES.COM-Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara tegas menolak ultimatum gencatan senjata 30 hari yang diajukan oleh para pemimpin Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Polandia. Dalam sebuah konferensi pers dini hari di Kremlin, Putin menyatakan penolakannya terhadap gencatan senjata tanpa syarat, namun mengusulkan dimulainya perundingan langsung dengan Ukraina minggu ini di Istanbul.

Baca Juga: Hasan Nasbi: Prediksi Prabowo Soal Perang Dunia Terbukti, Kini Ancaman Kian Dekat ke Indonesia

Langkah ini datang setelah pertemuan besar lima pemimpin Barat di ibu kota Ukraina, Kyiv, yang menandai momen diplomatik penting dalam upaya kolektif untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Dalam konferensi pers bersama, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa Putin kini menghadapi dua pilihan: menerima perdamaian tanpa syarat atau menghadapi gelombang sanksi dan bantuan militer yang lebih besar kepada Ukraina.

Baca Juga: India dan Pakistan di Ambang Bencana: Akankah Nuklir Jadi Pilihan?

"Jika Putin serius ingin menghentikan perang, inilah saatnya untuk membuktikannya," tegas Starmer. Ia menambahkan bahwa jika Kremlin menolak tawaran damai ini, maka negara-negara Barat akan bertindak tegas bersama Presiden Trump dan mitra lainnya.

 

Kesiapan Ukraina dan Sikap Eropa

 

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, dan Starmer melakukan kunjungan langsung ke Kyiv untuk menunjukkan solidaritas. Mereka bertemu Presiden Volodymyr Zelenskyy dan menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata penuh di darat, laut, dan udara yang akan dimulai Senin mendatang.

Baca Juga: India Dan Pakistan Di Ambang Perang Terbuka, Wilayah Udara Ditutup Usai Serangan Rudal

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menegaskan kesiapan Kyiv dan para sekutunya dalam melaksanakan gencatan senjata bersyarat penuh jika Rusia bersedia menghentikan serangan dan mengizinkan pemantauan independen. “Jika Rusia sepakat, maka inilah jalur menuju perdamaian,” katanya di platform X.

 

Respons Rusia dan Nada Konfrontatif dari Medvedev

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: The Guardian

Tags

Rekomendasi

Terkini

X