KYIV,METROSELEBES.COM-Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara tegas menolak ultimatum gencatan senjata 30 hari yang diajukan oleh para pemimpin Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Polandia. Dalam sebuah konferensi pers dini hari di Kremlin, Putin menyatakan penolakannya terhadap gencatan senjata tanpa syarat, namun mengusulkan dimulainya perundingan langsung dengan Ukraina minggu ini di Istanbul.
Baca Juga: Hasan Nasbi: Prediksi Prabowo Soal Perang Dunia Terbukti, Kini Ancaman Kian Dekat ke Indonesia
Langkah ini datang setelah pertemuan besar lima pemimpin Barat di ibu kota Ukraina, Kyiv, yang menandai momen diplomatik penting dalam upaya kolektif untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Dalam konferensi pers bersama, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa Putin kini menghadapi dua pilihan: menerima perdamaian tanpa syarat atau menghadapi gelombang sanksi dan bantuan militer yang lebih besar kepada Ukraina.
Baca Juga: India dan Pakistan di Ambang Bencana: Akankah Nuklir Jadi Pilihan?
"Jika Putin serius ingin menghentikan perang, inilah saatnya untuk membuktikannya," tegas Starmer. Ia menambahkan bahwa jika Kremlin menolak tawaran damai ini, maka negara-negara Barat akan bertindak tegas bersama Presiden Trump dan mitra lainnya.
Kesiapan Ukraina dan Sikap Eropa
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, dan Starmer melakukan kunjungan langsung ke Kyiv untuk menunjukkan solidaritas. Mereka bertemu Presiden Volodymyr Zelenskyy dan menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata penuh di darat, laut, dan udara yang akan dimulai Senin mendatang.
Baca Juga: India Dan Pakistan Di Ambang Perang Terbuka, Wilayah Udara Ditutup Usai Serangan Rudal
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menegaskan kesiapan Kyiv dan para sekutunya dalam melaksanakan gencatan senjata bersyarat penuh jika Rusia bersedia menghentikan serangan dan mengizinkan pemantauan independen. “Jika Rusia sepakat, maka inilah jalur menuju perdamaian,” katanya di platform X.
Respons Rusia dan Nada Konfrontatif dari Medvedev